Linang Air Mata Pinang - Cerpen Cinta Romantis
LINANG AIR MATA PINANG
Cerpen Karya Listya Adinugroho
Cerita ini hanya fiksi belaka, apabila nama, sifat, tempat, atau nasib tidak nyata, ya itulah namanya fiksi.
Di suatu saat, namun bukan saat terindah atau saat terakhir, ada
sebuah kampung bernama Kampung Naga. Dinamakan Kampung Naga karena di
kampung itu terdapat banyak kebun buah naga dan banyak orang naik naga.
Orang-orang memilih naik naga karena ekonomis dan bebas macet. Maklum
lah, di kampung yang hanya berluas 50.000 hektar ini memiliki 13.345
orang warga dan hampir 95% wilayah dibangun rumah, hotel, tower, dan
bangunan lainnya. Untuk mengatasi sulitnya transportasi karena minim
ruang, warga sepakat memelihara naga dan elang untuk transportasi. Bagi
pengunjung luar kampung tak perlu kuatir karena di dekat pintu masuk
kampung, disediakan parkiran kendaraan seluas 1000 hektar dan ada
penyewaan naga + elang.
 |
| Linang Air Mata Pinang - Cerpen Cinta Romantis |
Setiap tanggal 17 Agustus, Kampung Naga mengadakan lomba 17an seperti
kampung-kampung yang lain. Namun kampung Naga hanya mengadakan 3 lomba
saja. Lomba pertama adalah balap karung jarak pendek, menengah, estafet,
dan marathon. Ada juga lomba makan kerupuk kecil-kecilan. Diameter
kerupuknya hanya sekitar 0.009 km. Banyak korban jiwa di permainan ini.
Sekurang-kurangnya ada 3-87 warga sakit jiwa karena stress kerupuknya
gak habis-habis. Hanya ada 1 orang yang bisa memenangkan lomba itu,
yaitu Pak Udang, seorang master krupuk lulusan STIGMA (Sekolah Tinggi
Ilmu Goreng Menggoreng Ahay) jurusan perkrupukan. Selain itu ia juga
telah lulus di banyak universitas seperti UCI, UALAI, STIP, dan STNIP
(Lihat catatan saya sebelumnya). Ia telah mengoleksi jutaan gelar
(wesyeh, hiperbola). Karena itulah ia dijuluki Si Jenius. Sejak saat itu
orang-orang tidak akan marah, atau bahkan malah merasa bangga jika ia
dibilang otak udang karena faktanya otaknya Udang sangat luar biasa. Pak
udang berhasil menghabiskan kerupuk tersebut dalam waktu 5 menit 12 jam
dan tercatat di Guinness Book of Record.
Lomba yang terakhir adalah lomba panjat pinang. Lombanya simple sih,
cuma sebatang pohon pinang dilumuri lem kayu di 3m pertama, dilumuri
oli di 3m kedua, dan ditancapi pecahan beling di 3m terakhir. Jadi
tingginya 9 meter. Di pucuk pinang tersebut ada berbagai macam hadiah
kecil, seperti emas batangan, emas cairan, 2 buah televisi 29 inchi,
motor gedhe, 3 truck, 2 bus pariwisata, dan hadiah utama sebuah kapal
laut. Semua digantung di pucuk pinang tersebut. Hadiahnya memang
menggiurkan, tapi tergiur saja belum bisa menjadi pemenang. Banyak
korban yang berjatuhan di lomba ini, bahkan yang terjatuh sudah tak bisa
bangkit lagi. Namun setidaknya mereka tidak tenggelam dalam lautan luka
dalam. Mereka juga tidak tersesat dan masih tahu arah jalan pulang.
Tapi mereka penuh butiran debu.
Layaknya lomba makan kerupuk, disini juga ada master panjat pinang,
ia adalah Pak Panjat. Ia tergolong orang yang sudah sukses karena ia
telah berpengalaman memanjat terjalnya tebing kehidupan. Ibarat
superhero, Pak Panjat adalah fusion dari Spiderman, Hulk, dan Superman.
Jadi ia kekar seperti hulk, pandai memanjat seperti spiderman, dan bisa
terbang seperti superman. Di lomba panjat pinang, ia memiliki 3 opsi,
mau memanjat menggunakan kaedah spiderman, atau merusak pinangnya
menggunakan kaedah hulk, atau ia terbang dan langsung mengambil
hadiahnya. Tapi opsi kedua dan ketiga tidak mencerminkan sikap fair play
dan menurutnya kejujuran adalah kemenangan yang terbaik. Jadi ia
menggunakan opsi pertama. Ia pun berusaha memanjat pinang itu dengan
penuh semangat sambil ngomong “pucuk, pucuk, pucuk!!”. Oh iya, lomba
panjat pinang ini sifatnya individu ya, bukan kelompok. Akhirnya Pak
Panjat sampai di pucuk dengan sukses. Gitu ceritanya.
Itu tadi cuma flashback ya, kini Pak Udang dan Pak Panjat sudah
pensiun di lomba 17an di usia 25 tahun. Mereka sudah dikaruniai seorang
putra yang diharapkan bisa meneruskan prestasi bapaknya. Anak pak Udang
diberi nama Kerupuk Gurih Nan Renyah, diharapkan bisa meneruskan bakat
ayahnya sebagai kerupukers. Lalu anaknya pak Panjat diberi nama Pinang
Kau Dengan Bismillah, diharapkan bisa meneruskan bakat ayahnya sebagai
pinangisty. Pinang dan Kerupuk selalu bermain bersama hingga menjadi
sahabat baik.
Waktu terus berjalan, kadang jalan cepat, kadang jalan santai, dan
tetap mengharapkan jalan terbaik. Kerupuk dan Pinang sudah gedhe. Dan
amazingnya mereka tidak melalui fase alay. Keren. Mereka kini sudah
sweet twenty three. Kerupuk bersama ayahnya pergi ke Negara Gorengan
untuk menemui ketiga sepupunya, Mendoanisty, Bakwanisius, dan
Combroista. Sedangkan Pinang tetap di kampung Naga dan sekarang ia
dipercaya menjadi pemimpin kampung Naga. Pinang berharap kampung Naga
bisa terbang tinggi layaknya naga terbang.
Saat itu adalah tanggal 17 Agustus. Kampung Naga dibawah
kepemimpinan Pinang (belum “Pak” soalnya belum punya anak) menjalani
debutnya mengadakan lomba 17an. Kali ini lomba lebih variatif, dari yang
awalnya Cuma 3 lomba, kini sudah tumbuh dan berkembang menjadi 78 lomba
yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Pinang sebagai pemimpin pun
tak mau tinggal diam, ia juga ikut lomba 17an, khususnya lomba panjat
pinang. Seperti cerminan ayahnya, Pinang memanjat pinang dengan penuh
semangat. Di tengah perjalanan menuju puncak, ia melihat sesosok makhluk
yang bersinar. Setelah ia lihat dengan kacamata double visornya,
ternyata itu adalah gadis cantik nan mempesona. Akhirnya ia masuk dalam
kondisi melamun. Ia terpana, mulutnya pun menganga, hingga udara
memiliki 2 opsi untuk masuk ke system pernafasannya, lewat jalur hidung
atau jalur mulut, tapi udara tetap berharap lewat jalur undangan.
Sorak sorai penonton yang ada di bawah membangunkan Pinang dari
lamunannya. Dan saat ia mencoba mencari gadis itu, sudah tidak ada.
Pinang pun buru-buru naik ke pucuk agar bisa menemukan gadis itu lagi.
Setelah sampai pucuk ia pun menemukan gadis itu. Ia melihat dari
kejauhan betapa cantiknya gadis itu, betapa mempesonanya setiap gerak
gerik tubuhnya. Tapi senikmat-nikmatnya nasi goreng gurih, tidak menutup
kemungkinan ada cabe rawit di dalamnya. Semanis-manisnya air madu, tak
menutup kemungkinan ada racun di dalamnya. Pinang terus memonitor setiap
aktivitas gadis itu. Ia memperhatikan kemana gadis itu pergi, sampai
akhirnya gadis itu berlabuh pada sesosok pria tampan, menggandeng
tangannya, tertawa ceria bersama, dan pergi berlalu begitu saja. JLEG!!
Hati Pinang seketika tersentak. Namun itu belum berakhir. Betapa
sakitnya hati Pinang melihat pasangan itu memakai cincin di jari manis
mereka, dan yang lebih menyakitkan adalah saat ia tahu lelaki yang
besama dengan gadis itu adalah Kerupuk. Ia pun langsung gantung diri di
pucuk pinang tersebut. Selesai.
Mungkin ini ya yang dimaksud
ending cerita yang menggantung. Walaupun ini hanya cerita fiksi, tapi
bolehlah kita mengambil pelajaran nyata di dalamnya. Hidup memang akan
lebih indah jika terdapat cinta selama kita bisa mengendalikan cinta
tersebut. Namun cinta juga bisa membunuh kita jika kita tidak tahu cara
mengendalikannya. Itulah kenapa ada judul lagu “Indahnya Cinta” dan ada
judul lagu “Cinta Ini Membunuhku”. Yang terpenting adalah mencintai kita
sendiri, karena dengan mencintai diri sendiri kita sudah mencerminkan
cinta kepada tuhan (mencintai ciptaan-Nya), mencerminkan cinta kepada
orang tua (mencintai anak kesayangan mereka), mencerminkan cinta pada
sahabat kita (mencintai sahabat mereka), dan mencerminkan cinta pada
pasangan kita (mencintai pasangannya).
PROFIL PENULISManusia
biasa bernama Listya Adinugroho. Facebook saya Listya Adinugroho.
Mungkin jika ada yang mau menjalin hubungan yang lebih dekat bisa
chatting2-an
Baca juga
Cerpen CInta dan
Cerpen Romantis yang lainnya
SALAHKAH KITACerpen Karya Ayu Siska Irianty
I
don’t know what matter in your heart, but I know sure if you loved me.
Yeah, as what say to me that close of your sweet lip. Believe or no? but
what clear I will always waiting you, dear. Hoping you not will forget
our the moment, dear.
Dinda cameliana putri, panggil saja amel.
Ya sebutan amel untukku memang dari panggilan dari mama dan papaku
sewaktu aku kecil hingga aku menginjak usia remaja kini. Tapi jika
disekolah aku akrab dipanggil dinda. Aku kini masih duduk dikelas IX
ditingkat SMP Negeri dikotaku ini.
Disekolah, aku memang paling familiar jail dan sering up-to-date kalo
soal penampilan. Yah walaupun aku gak smart-smart amat dan sering
pemalu, tapi disini aku memiliki teman yang banyak dan baik-baik semua
sama aku. Aku tuh adalah anak tunggal dari 2bersaudara, yang satu lagi
adikku yang masih duduk ditingkat SD kelas 4. Aku disini punya sahabat
baik, namanya safa, meisya, dan lasti. Mereka bertiga adalah sahabat
terbaikku, disekolah maupun dimana saja aku bersama mereka selalu
bersama kalo soal JJ alias jalan-jalan gitu. Nih ya, aku sebutin
ciri-ciri semua dari temanku dan aku juga pastinya. Dari ciri fisik
maupun sikap dimulai dari aku.
 |
| Cerpen Cinta Romantis - Salahkah Kita |
Namaku amel, aku tu orangnya bisa dibilang manja, kadang suka jail sama
para kawan-kawanku, aku juga paling smart in English language, dan
paling suka menulis or mengarang gitu. Kalo soal fisik sih, aku bisa
dibilang imut dan katanya cantik, berkulit putih, tinggi, berambut cukup
panjang dan gitu deh pokoknya. Nggak usah dijelasin secara detail ya,
ntar malah kepanjangan lagi, hehehe. Dan ini kawanku namanya meisya, dia
tuh bisa dibilang tajir sih, abisnya diantara persahabatan kita yang
paling tajir itu memang sih meisya. Orangnya suka bercanda, ngisengin
orang sekalipun juga pernah, tapi yang pastinya dia tuh baiklah,
pengertian sama sahabat. Meisya itu orangnya tinggi, cantik, berambut
sebahu, gaya rambutnya sering chance style mulu, kulitnya kuning
langsat, emmm.. apa lagi ya, kalo pas pelajaran sih memang jagonya soal
hitung-hitungan. Nah yang satu ini namanya safa, dia itu orangnya cukup
tomboy, asyik, suka bercanda, pokoknya care deh sama kawan-kawannya.
Safa itu tinggi, manis, berkulit kuning langsat, dan rambutnya cukup
panjang. Dan yang satu kawanku lagi namanya lasti, dia it’s funny, jail
juga sama seperti aku, suka tolong menolong, dan dia paling antusias
kalo soal agama Islamic. Dia cukup tinggi, berkulit putih, rambutnya
sebahu, dan imut deh. Nah sudahkan aku kenalin ke-3 sahabatku ini.
Pokoknya mereka itu sahabat yang T O P deh buatku. Oh iya, aku lupa, aku
lupa ngenalin pacarku nih. Namanya Reza, dia tuh orangnya cute,
charming, tinggi, smart, jago basket, mathematic, pokoknya it’s perfect
deh. Aku pacaran sama reza udah berjalan 2tahun. Oh ya, disini aku akan
bercerita tentang my love story. Dimulai saat aku masuk SMP kelas VII.
Pagi ini sekitar pukul 09.00 jam istirahat sekolah, aku lagi makan-makan dikantin bersama ke-3 sahabatku.
Dan
saat itu aku melihat ada mata yang selalu melihatku. Entah siapa tapi
dia itu cowok, aku sedikit sekilas melihat wajahnya juga. Dia putih,
charming sih, dan apa lagi ya? Ah, cuman itu yang aku ingat. Lantas
ngapain tuh cowok menatapku terus? Bikin aku risih deh, malu tau. Dan
hari ke-2 aku kebetulan ketemu dia sicowok misterius yang sering
curi-curi pandang gitu ke aku. Aku bertemu dia di book store. Tepatnya
dia sendiri, dan aku bersama ke-2 temanku, hanya safa yang tidak ikutan
karena dia lagi sibuk.
“HEI” sapaku pada cowok itu yang tampak melihatku dari arah balik buku komik yang dibacanya. Nah, dia kepergok olehku sekarang.
“hah,
kamu?” ucapnya terbata-bata “nah, sekarang tertangkap deh! Kamu ngapain
sih, ngeliatin aku mulu?” tanyaku. “ngeliatin kamu?” ucapnya “he’e,
sorry ya bukannya aku G-R sama kamu, emang kenyataannya kok.
Kawan-kawanku banyak juga yang bilang gitu sama aku”
“ehmm.. abisnya
kamu cantik sih, mangkanya aku ngeliatin kamu terus and gak ada
bosannya” aku diam mendengar ucapannya. Hah or what? Cantik? Be beauty
katanya, jujur ya.. baru kali ini aku dipuji sama seorang cowok apalagi
sama pria tampan seperti dia. Ih, kenapa hatiku jadi terkiut gini sih
saat mendengar pujiannya itu, lamunanku.
“hei, kenapa melamun? Ehmm..
aku tau, kamu pasti malu ya? Dipuji gitu sama aku, ya emang itu
kenyataannya kok. Lagian kalo aku bohong, mana mungkin aku betah terus
ngeliatin kamu, hayooo” ucapnya mengguyar lamunanku.
“so G-R banget
sih kamu, ya udah aku pergi dulu ya?” kataku sambil beranjak dari tempat
duduk. “eh, tunggu! Nama kamu siapa?” tanyanya “amel atau kamu bisa
panggil aku dinda, terserah deh maunya yang mana” kataku “aku panggil
kamu dinda saja deh, oh ya namaku reza” katanya “ya udah, aku pergi dulu
ya? Reza” ucapku sambil pergi.
***
“hah, jadi kamu udah
kenalan sama reza?” ucap misya. “ehmm.. iya gitulah, abisnya aku
penasaran sih kenapa dia ngeliat aku mulu” kataku “terus dia bilang apa
sama kamu?” ucap lasti “cantik” singkatku “CANTIK??” ucap lasti dan
misya secara bersamaan. “iya, emangnya kenapa?” ucapku “ya gak apa-apa,
kita cuman heran aja mel. Kenapa tu anak tiba-tiba bilang seperti itu?”
kata misya “apa jangan –jangan reza naksir kamu ya?” sambar lasti “hah?
Mana mungkin?” ucapku “mungkin aja, buktinya aja reza ngeliat kamu mulu
and kedua kalinya dia bilang kalo kamu cantik” kata misya “itu modus
mel, dia itu naksir kamulah. Kalo nggak? Mana mungkin dia mau ngeliatin
kamu mulu” kata lasti. “kalo diliat-liat reza itu ganteng juga loh mel.
kalo misal reza naksir kamu, reaksi kamu bakal apaan?” ucap misya sambil
nengok ke reza yang baru aja tertangkap basah ngeliatin ke arahku.
Jam
menunjukkan pukul 13.15, belpun berbunyi tanda untuk pulang. Aku lagi
nunggu jemputan ayahku saat itu juga, tiba-tiba aku mendengar suara yang
memanggilku “dinda” sapa reza berlari menemuiku saat itu juga, oh my
god.. kenapa aku jadi salting gini sih, ah apa iya aku juga naksir sama
reza. “oh ya, kamu dinda anak kelas 7F kan?” reza menebak ruang kelasku,
ya jelas dia tau. Ya selain dia curi-curi pandang, ternyata dia juga
sempat cari tau tentang aku. “kok kamu tau? Terus kamu sendiri kakak
kelasku kan? Tapi kelas 8 apa sih?” tanyaku “ya aku tau, dan kamu gak
perlu tau aku tau tentang kamu darimana. Aku anak kelas 8A, kamu lagi
nunggu jemputan kan?” kata reza. Kalo dilihat-lihat benar juga kata
misya dan lasti, reza itu ganteng. Ih, kenapa jadi mikirin dia ya? Ini
nih, gara-gara nih anak natap aku mulu, aku jadi ketularan mikir dia,
batinku. “hei, kenapa melamun?” sambar reza menyadarkanku “eh iya.. aku
duluan ya? Bye” ucapku sambil menghampiri mobil ayahku yang baru datang.
Reza hanya tersenyum melihat kepergianku. Dinda, kamulah seorang hawa
yang aku cari, bidadari cantik bagiku dan baik hati, lucu walau sedikit
tomboy. Kamulah pujaan hati ini, aku gak bisa lebih lama lagi memendam
rasa ini, secepatnya kamu harus tau din dan jika aku menyukaimu, batin
reza.
“kak amel? Kak?” panggil mira adikku yang baru saja masuk ke
kamarku “kak amel mana sih?” mira melihat HP-ku yang lagi bergetar
dimeja belajarku. Mira mendekati HP-ku dan mengangkat telfon dari..
entahlah nomer baru dihandphoneku. “hallo ini nomer kamu kan din, dinda
ini aku reza. Kamu masih ingatkan? Pulang sekolah tadikan kita jalan
bareng?” mira menutup telfon itu “hallo din, dinda, dinda? Kenapa
ditutup sih?” ucap reza dengan wajah kesal. “reza? Pasti itu pacarnya
kak amel, hehehe” ucap mira sambil tertawa kecil.
“hei mira, ngapain
kamu disini? Pakai megang hp kakak lagi, hayo kamu ngapain tadi?”
sambarku dihadapan mira dan langsung mengambil HP-ku yang ada
digenggaman adikku itu “ehmm.. kak amel pacaran ya?” kata mira “pacaran?
Nggak kok, wong kak amel nggak pacaran tuh” kataku “terus reza itu
siapa? Kalo bukan pcarnya kak amel, hayo ngaku deh? Kalo nggak ngaku,
tak aduin ke ibu dan ayah loh” kata mira “ih, dibilangi juga kakak tuh
gak pacaran tau, reza itu cuman teman kakak doang. Ya udah terserah kalo
gak percaya, yang penting kakak udah jujur sama adek” kataku kesal
“beneran kak? Gak bohong kan?” ucap mira “iya dek, mendingan sekarang
adek keluar aja deh sana” aku menyeret adekku keluar kamar dan segera
aku menutup pintu “kak, kakak! Adek mau minta bantuan buat ngerjain PR
bahasa inggris adek kak” ucap mira yang lagi teriak dari luar kamar
“kakak lagi sibuk” ucapku sambil menutup kuping.
***
I don’t
know with this all, what is this a love? I fall’in love with reza? Oh my
god, in fast I felt fall in love. God, what is right? He is my dear
that is I search?
“hai dinda” sapa reza ngedeketin aku “reza, ada
apa ya?” tanyaku “ntar malam kamu gak sibuk kan?” tanya reza kembali
“nggak, emangnya kenapa?” tanyaku “aku mo ngajak kamu dinner, kamu mo
nggak?” ajak reza “dinner? Boleh” ucapku “wah, thanks ya din. Oh ya aku
ke kelas ya? See you later” ucap reza. Ya tuhan? Kenapa dengan hatiku
ini, kok aku jadi deg degkan and gugup, salting gini lagi, apa bener nih
rasanya cinta, jatuh cinta sama reza, batinku.
“hah, kamu diajak
dinner sama reza?” kata misya “yang benar kamu mel?” kata lasti “iyalah,
mana mungkin aku bohong sama kalian” kataku “wait..wait, modus nih mel,
jangan-jangan sireza itu mo nembak kamu, mel” kata lasti kembali “hah,
nembak?” kataku dengan kaget mendengar ucapan mereka berdua. “hai guys”
sapa safa yang baru saja muncul dihadapan kita “safa” jawabku serempak
dengan misya dan lasti “hai guys, oh ya aku denger kalian ngomong nembak
gitu, emang mo nembak siapa?” ucap safa “oh itu masalahnya amel nih,
dia lagi mo ditembak sama cowok loh” kata misya “hah, amel? Wah, siapa
sih cowok itu?” kata safa “ada deh, ntar kamu juga tau fa, tapi ntar
malam kita bakalan bantuin acara dinner kamu mel” kata lasti “ehmm..
jadi gak yakin deh” kataku sambil menghela nafas. “udah, don’t worry!
Semuanya bakal berjalan lancar kok” kata misya meyakinkan. “safa, kamu
sejak kapan balik kesini? Kok gak bilang-bilang kita sih” ucapku “yaa..
biar surprise aja gitu” kata safa.
Pukul menunjukkan 18.30. lasti, safa, misya, dan aku sudah berada
dikamarku. Kini mereka akan ngebantuin aku dalam masalah fashion or
penampilan. Mulai dari pakaian dibantu oleh misya dan accessories
dibantu oleh safa dan masalah dandan dibantu lasti juga dibantu dengan
yang lain. Setelah semua selesai, TARAAA!!! Akhirnya gaun dengan sedikit
accessories yang aku pakai dan dandanan wajah yang cukup sederhana
ternyata juga bisa merubah penampilanku menjadi Cinderella malam ini.
Jam menunjukkan pukul 19.30, tersita dalam beberapa menit aku telat
dinner bareng reza akibat berdandan yang cukup lama. Tak apalah!
Sekarang akupun berangkat ke restoran yang dijanjikan reza untukku
sambil ditemenin sama para kawan-kawan.
Akhirnya sampai juga deh, “udah sana deketin mel, kasian reza tuh
nunggu lama loh” ucap misya. Akupun mulai mendekat kea rah reza dengan
sedikit salting “ehmm.. hai” sapaku agak sedikit gugup sama reza “dinda,
wah kamu terlihat cantik mala mini, silahkan duduk” reza
mempersilahkanku. Setelah memesan makanan, “din, ada sesuatu yang pengen
aku omongin ke kamu” kata reza memulai pembicaraan “apa?” tanyaku “kamu
mo nggak jadi pacarku?” rezapun mulai nembak aku dan akupun kaget
mendengar ucapan reza “apa? Pacar?” kataku dengan gugup. Ya tuhan, aku
harus jawab apa ya? Aku sih memang jatuh cinta sama dia, aku jawab… “iya
aku mau” kataku salting “beneran din? Makasih ya din, berarti kita
pacaran dong” ucap reza dengan tersenyum manis dihadapanku.
Aku
sedikit gak nyadar, kalo ternyata kawan-kawanku malah ngintipin aku
dibalik pintu resto. “wah, selamat nih mel? Dapet gebetan baru, first
love pula” kata misya “bener kan dugaan aku, dia pasti nembak kamu, so
sweet deh” kata lasti “reza itu ganteng juga ya? Cocok kok sama kamu
mel” kata safa “ih, kalian itu kenapa muji aku mulu sih. Malu tau”
kataku “cieeee” ucap kawan-kawanku dan aku malah tersenyum malu gitu.
Ehmmm.. semoga aja sireza gak bakalan nyakitin aku, dia memang cowok
pujaan hati ini. Uhh, reza.. aku sayang BGT sama kamu, batinku.
***
I
don’t know as what feel the sick in heart, but justnow I felt broken
heart what right. He gone me alone here. I sick here, but with your
say.. I can accept that, although poignant.. but I promise should
waiting you, wish you always think me..
“selamat bagi siswa-siswi
kelas 9, kalian telah lulus semua 100%” aku mendengar itu semua pada
saat MC ngomong dipanggung udah senang, ngedengerin jika seluruh
siswa-siswi tingkatan reza yang udah duduk dibangku akhir udah lulus
semua. Aku jadi mikir, reza bakalan ninggalin aku. Apalagi dia bakalan
sekolah tingkat SMA diluar kota, dikota bandung lagi, itukan jauh. Aku
akan tinggal disini sendirian tanpa ada dia disisiku lagi, selamat
rezazz? Kamu udah lulus. Aku juga ikut bangga ngedengernya, tapi entah
kenapa aku jadi sedih karena kamu bakalan ninggalin aku.
“din, aku
lulus! Dan aku udah gak sekolah lagi disini, aku bangga bisa lulus tapi
aku gak senang karena aku harus pisah sama kamu, tapi aku janji din..
janji akan kembali lagi sama kamu, dan aku akan balik kesini lagi dan
berada disisi kamu. Aku gak mau hubungan kita break disini aja, kamu mo
kan? Nungguin aku?” ucap reza sambil memegang kedua tanganku “iya rez,
aku masih sayang sama kamu. Mana mungkin sih, aku gak mo nungguin orang
yang aku cintai, aku selalu ada disini dan selalu nunggu kamu rez,
selamat ya? Kamu udah lulus dan dapet nilai terbaik pula, aku bangga
sama kamu” kataku sambil menahan air mataku yang hampir jatuh “makasih
din, ini kado mini dariku. Anggap aja kenangan dariku, biar kamu bisa
ingat aku lagi. Sampai jumpa din” ucapan terakhir dari reza.
Akupun
membuka kado yang diberi reza, berbentuk kotak hati dengan gambar hati
dan teddy serta dihias pita pink yang menambah kecantikan kado mini itu.
Dan isinya itu ‘kalung couple yang reza berikan untukku dan yang
satunya mungkin udah dipakai oleh dia, dan beberapa fotoku dan reza,
juga mawar mini yang baru aja reza petik untukku agar aku selalu ngejaga
mawar itu’ aku menutup kotak hati itu. Aku gak tahan untuk menangis dan
saat itu juga air matak jatuh “aku gak boleh nangis, aku gak mo jadi
gadis yang cengeng. Aku bangga reza bisa lulus dan dia bisa sekolah yang
diinginkan, tapi kenapa aku sedih sih? Aku sayang sama kamu rez, berat
rasanya jika aku gak bisa bersama kamu, aku bakalan janji buat selalu
nunggu kamu”
***
Masa-masa aku ditingkat SMP pun sudah
berlalu, kini aku duduk dikelas XI SMA dikota bandung. Yah aku ngikut
tante dan omku yang tinggal dibandung sambil aku sekolah disana. Kenapa
aku memilih bandung? Karena aku ingin mencari sesosok REZA disana.
Dibandung aku bersekolah disebuah SMA yang cukup familiar dikota
bandung. Namun aku belum satu sekolah dengan reza. Terus aku harus
mencarinya dimana? Aku bingung tapi aku gak akan nyerah. Disini aku
punya sahabat baru, namanya Andini. Dia kebetulan sekelas denganku mulai
kelas X hingga masuk dikelas XI-IPA. Selama aku nsekolah disini, ada
sih beberapa cowok yang aku taksir. Tapi aku putuskan cuman suka doang
dan nggak lebih. Aku gak mau jadi penghianat yang ngebohongin cintaku
sendiri cuman karena aku merasa jauh sama reza.
“lo beneran mo
nungguin sireza? Lo aja gak tau reza itu ada dimana, kenapa lo nggak
move on aja sih?” kata andini “hah, move on? Nggak iya, aku gak mau jadi
cewek penghianat, aku tetap sama pendirianku sendiri kalo aku mo
nungguin reza” kataku “sampai kapan sih lo jadi jomblowati gini din, gue
kasian tau sama penderitaan lo. Lo kan lagi kesepian, kenapa lo gak
pacaran dulu sama yang lain din, yah hitung-hitung lo nggak merasa
kesepian din, kan masih ada benny atau kak gilang, dua cowok yang pernah
lo taksir dan mereka sekarang malah jadi naksir lo” kata andini “aduh
andini, nggak usah repot-repot deh buat comblangin gue segala, gue nggak
butuh mereka. Okay” kataku.
“hai din” sapa kak gilang dihadapanku
“hai juga kak” jawabku “kok kamu keliatan cuek gitu sih” kata kak gilang
“masa sih kak? Menurutku biasa aja kok, aku permisi dulu ya kak? Mo
balek ke kelas” ucapku sambil melangkah pergi . “gimana kak gilang,
berhasil?” kata andini yang mendekat ke kak gilang. Ternyata rencana ini
semuanya andini yang ngerencanain “nggak din, dia masih aja cuek and
jutek gitu. Sebenernya dinda kenapa sih? Berubah sikap sama gue, padahal
gue udah suka loh sama dia” kata gilang “ehmm.. there’s problem kali,
yang sabar ya kak gilang? Yang penting kak gilang jangan nyerah dong
buat dapetin hatinya dinda” “gak mungkin kalo gue nyerah gitu aja” kata
gilang senyum sinis.
“dinda” sapa kak gilang yang terus selalu saja
berusaha mendekati aku “ada apa sih kak? Kakak itu selalu saja
ngedeketin dinda terus, padahal dinda kan udah jutek sama kakak” kataku
dengan kesal “kak gilang gak akan pernah berhenti buat selalu dekat sama
kamu din, karena kakak itu cinta sama kamu” kata gilang. Aku dengerin
ucapan gilang aja udah kaget duluan, gimana nggak coba, dia menyatakan
perasaannya ke aku, tapi aku ingat janjiku sama reza. Tapi disisi lain,
aku suka sama kak gilang. Gimana ya, apa aku terima cintanya, tapi
otomatis aku gak bisa nepat janji sama reza dong, ah nggak-nggak..nggak
boleh “kak, aku tegaskan sekali lagi ya kak, aku gak suka sama kak
gilang dan aku gak cinta sama kak gilang. Jadi mulai sekarag kak gilang
gak usah deh, sok cari perhatian aku segala, dan gak usah ngedeketin aku
segala, permisi kak” kataku dengan sedikit lagak cueknya sambil
melangkah pergi.
Aku nggak bisa terus-terusan jauh dari kamu rez,
kamu tega membiarkan rasa ini sakit rez, kapan sih kamu kembali ke aku
lagi, aku cari kamu kemana aja. Dan aku masih sayang sama kamu. Apalagi
sudah banyak cowok yang mencoba mencuri hatiku, tapi aku tetap
bersikeras buat ngejaga hati kamu rez, aku gak bisa berpaling dari kamu
rez, batinku.
***
Miracle will comes true for me, don’t know
when it’s time? Can I talking away or near? He sure come for me, oh my
love I really miss you :*
Sore itu aku berjalan ditaman, aku
berjalan dengan sedikit melamun. Dan tiba-tiba “BRAKK” buku-buku itu
terjatuh dihadapanku, yap aku nabrak seorang cowok yang mungkin sebaya
denganku. Dan ketika aku melihat wajah cowok itu, dia mirip sama reza
kekasihku. Ah masa sih, mana mungkin? Aku sedikit tak percaya kenyataan
saat itu. “maaf aku gak sengaja” ucapku pada cowok itu “dinda” ucap
cowok itu. Kok dia mengenali aku sih, aku heran deh, batinku. “ini aku
din, reza! Apa kamu masih ingat?” ucap reza, yah dia reza kekasihku yang
selama ini aku cari, ternyata aku menemui dia sekarang. “of course, aku
masih ingat rez, kalo aku lupa. Mana mungkin aku masih menyimpan
barang-barang kenangan yang kamu kasik ke aku, rez” kataku dengan
meneteskan airmata dan aku mengusap airmataku “aku kangen sama kamu din”
ucap reza sambil memelukku “aku juga rez” kataku “kamu jangan pernah
ninggalin aku ya?” kata reza “yee.. yang ada kamu kali yang ninggalin
aku” kataku tersenyum “yaaa..maaf deh, aku sayang sama kamu din” kataku
“aku juga reza” kataku. Akhirnya kitapun saling bersama lagi untuk
sekarang dan mungkin bertahan untuk selamanya.