Cerpen Remaja - Milikku, Milikmu, Milik Kita
MILIKKU, MILIKMU, MILIK KITA
Cerpen Karya Listya Adinugroho
Alkisah, ada sebuah zaman bernama Dahulu. Alkisah lagi, pada Zaman Dahulu hiduplah sesosok pria sejati perkasa bernama Arte Le Matika.Biasanya ia dipanggil Pak Arte. Karena telah mendapat sebutan “pak”, maka Pak Arte sudah memiliki seorang anak. Anaknya saya enggak tahu. Jadi gak usah diceritakan. Pak Arte adalah seorang pemotong professional atau biasa disebut Master Potong. Selama 35 tahun ia hidup, ia sudah melakukan berbagai macam perpotongan. Ia pernah mendapat juara 1 lomba memotong ekor semut tingkat nasional. Selain itu, ia juga pernah memotong kuku 10 harimau di alam bebas. Ia juga pernah juara joget potong bebek angsa. Pokoknya segala macam potong ia sudah menjadi ahlinya. Namun hanya 1 yang belum bisa ia lakukan, yaitu memotong tali persaudaraan dengan orang-orang yang ia kenal. Wesyeh….
Cerpen Karya Listya Adinugroho
Alkisah, ada sebuah zaman bernama Dahulu. Alkisah lagi, pada Zaman Dahulu hiduplah sesosok pria sejati perkasa bernama Arte Le Matika.Biasanya ia dipanggil Pak Arte. Karena telah mendapat sebutan “pak”, maka Pak Arte sudah memiliki seorang anak. Anaknya saya enggak tahu. Jadi gak usah diceritakan. Pak Arte adalah seorang pemotong professional atau biasa disebut Master Potong. Selama 35 tahun ia hidup, ia sudah melakukan berbagai macam perpotongan. Ia pernah mendapat juara 1 lomba memotong ekor semut tingkat nasional. Selain itu, ia juga pernah memotong kuku 10 harimau di alam bebas. Ia juga pernah juara joget potong bebek angsa. Pokoknya segala macam potong ia sudah menjadi ahlinya. Namun hanya 1 yang belum bisa ia lakukan, yaitu memotong tali persaudaraan dengan orang-orang yang ia kenal. Wesyeh….
![]() |
| Cerpen Remaja - Milikku, Milikmu, Milik Kita |
Suatu hari, Pak Arte sedang berjalan-jalan di depan gubuk berlantai 3
miliknya. Langkah demi langkah telah ia langkahkan. Namun, langkahnya
terhenti pada langkah ke seribu. Ia langsung mengambil langkah seribu.
Loh? Ia terhenti karena melihat sebuah pohon yang indah nan membahana.
Pohon itu adalah pohon yang diincar para pemotong kayu di seluruh dunia.
Kayu dari pohon itu sangat cucok jika dijadikan bahan bangunan rumah.
Kebetulan Pak Arte sedang membutuhkan kayu untuk membuat kandang semut
kesayangannya, Antix. Antix adalah semut yang pernah menyelamatkan
nyawanya. Waktu itu Pak Arte sedang memotong rumput di Gelora Bung Karno
Senayan Jakarta. Namun tiba-tiba muncul orang tak dikenal sedang
marah-marah karena rumput di GBK sudah habis. Orang itu ngamuk dan
menghentakkan kakinya ke tanah 3 kali. Lalu dia mengangkat satu
tangannya dan berteriak sekeras-kerasnya, “HABIS DIBALAS HABIS. RUMPUT
DI GBK SUDAH HABIS. KAU JUGA AKAN HABIS SEHABIS-HABISNYA. DEMI
TUHAAAAAAAAANNNN!!!!!!!”. Lalu muncullah ledakan yang maha dahsyat. Pak
Arte langsung tiarap dan pura-pura mati. Sangat beruntung, karena ia
tiarap, ia tidak terkena efek ledakan pria yang mengamuk tadi. Andai
saja ia memasang posisi badannya lebih tinggi sedikit saja, mungkin
nyawanya telah melayang jauh tinggi ke angkasa. Setelah ledakan
berakhir, ia melihat seekor semut di kepalanya. Ia bersyukur, untung
saja semut itu tidak menggigitnya saat terjadi ledakan. Andai semut itu
menggigit, pasti Pak Arte kaget dan mengangkat badannya dan bisa terkena
ledakan yang super dahsyat itu. Ia langsung merawat semut itu sebagai
tanda terimakasihnya. Gitu lho ceritanya.
Setelah beberapa menit mem-flashback masa lalunya, Pak Arte langsung memotong pohon itu (lebih tepatnya menebang). Karena sudah menjadi keahliannya, tak butuh waktu lama untuk menebangnya. Hanya sekali libas saja, kayu-kayu dari pohon itu sudah menjadi susunan balok kayu yang rapi. Kayu itu langsung dibawa pulang untuk langsung dijadikan kandang. Setelah sampai di rumah, ia langsung bergegas untuk membangun kandang semut. Seluruh ahli bangunan professional diundang kerumahnya demi terbangunnya kandang semut dengan maksimal. Guna menjaga keamanan saat pembangunan, Pak Arte juga menyewa sejumlah tentara angkatan darat yang jumlahnya kurang lebih 20 ribu personel. Detik-demi detik telah berlalu. Sedikit demi sedikit, akhirnya kandang semut itu jadi juga. Fondasi dan tiang-tiang sudah kokoh. Dindingnya sudah dilapisi cat anti bochor. Hanya saja, perlengkapan dalamnya yang masih kurang, yaitu AC, gym, dan kolam renang. Namun itu bukan persoalan yang sulit. Sepuluh menit lagi, mungkin sudah jadi.
Setelah selesai mengurus kandang semut, Pak Arte sudah merasa lega. Nafas yang ia hela sudah semakin ringan seperti kapas putih yang suci. Wush…
Suatu hari,Pak Arte sedang tiduran di depan rumahnya sambil menatap indahnya sang mentari. Beberapa kali matanya terbakar. Tiba-tiba terlihat sebuah cahaya yang sangat terang. Begitu kagetnya ketika Pak Arte melihat tanah yang terkena cahaya itu mengeluarkan asap. Ternyata itu adalah sinar matahari langsung. Lapisan ozon bumi sudah bochor-bochor. Sudah tidak ada lagi yang melindungi bumi dari sinar matahari. Lebih parah lagi, semakin lama, sinar matahari itu semakin banyak dan muncul api di mana-mana. Suasana pun menjadi sangat panas. Pak Arte langsung keringetan. Bahkan saking panasnya, keringat Pak Arte sampai mengeluarkan keringat. Semua orang panik dan berlarian tanpa arah yang pasti.
Ditengah suasana panik, tiba-tiba muncul secercah cahaya. Dan itu adalah seorang Peri Bumi. Peri itu akan menolong bumi untuk menghentikan becana yang super ini, namun ada satu syarat. Peri itu meminta Pak Arte untuk mencari 1000 pohon di kabupaten tersebut untuk dikorbankan menambal lapizan oson yang rusak (waduh kebalik). Pak Arte pun langsung bergegas mencari pohon. Seluruh kabupaten ia jelajahi dan ia telah menemukan 999 pohon. Sialnya, pohon yang ke 999 itu adalah pohon terakhir di kabupaten tersebut. Karena tidak sesuai syarat, Peri Bumi itu tidak jadi menolong bumi dan hendak pergi. Pak Arte langsung teringat pada pohon yang ia tebang sehari lalu. Andai saja pohon itu tidak ia tebang, mungkin saat ini bumi bisa diselamatkan. Namun tukang nasi sudah menjadi tukang bubur, semua sudah terlanjur. Ia pun meneteskan air mata sebagai wujud penyesalannya. Ia sangat menyesal karena perbuatannya. Ia langsung meminta Peri Bumi agar ia dijadikan pohon yang ke seribu untuk dikorbankan agar bumi bisa selamat. Peri itu pun mengabulkan permintaannya.
Pak Arte diubah menjadi sebuah pohon. Peri Bumi kemudian mengangkat tongkat sihirnya. Satu demi satu, pohon di kabupaten itu hilang, hingga sampai pohon yang ke seribu. Alhasil, lapizan oson (aduh kebalik lagi) sudah utuh kembali. Bencana mengerikan itu sudah berhenti. Bumi kembali dingin. Semua orang bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Semenjak kejadian tersebut, orang-orang tidak mau lagi menebang pohon sembarangan. Bahkan mereka selalu menanam pohon baru setiap harinya. Bumi menjadi semakin hijau dan semakin nyaman untuk dihuni. Setiap hela nafas, yang terhirup adalah oksigen murni nan suci yang memiliki berjuta manfaat bagi semua makhluk hidup di dunia. Semua makhluk hidup hidup bahagia. Selesai.
Cerita ini memang hanyalah fiksi belaka. Tapi apa salahnya jika kita mengambil dan mengamalkan sisi positif dari cerita ini. Apa salahnya jika kita berhenti menebang pohon sembarangan dan sering menanam pohon. Toh ini juga untuk kebaikan bumi kita juga. Bencana yang timbul di cerita ini juga hanyalah fiksi dan akan tetap menjadi fiksi jika kita benar-benar menjaga bumi. Tidak menutup kemungkinan jika kita terus merusak bumi, maka bencana ini bisa menjadi non fiksi atau kenyataan. Tapi apakah kita akan menunggu sampai kejadian mengerikan ini terjadi? Tentu tidak. Ingat! Di dunia nyata tidak ada Peri Bumi seperti di cerita ini. Sekali bencana mengerikan itu terjadi, maka sudah tidak bisa dihindari lagi. Kita akan musnah dengan sangat konyol dan sangat hina. Mulai dari sekarang, marilah kita rawat bumi karena bumi ini bukan hanya milikku, bukan hanya milikmu, tapi bumi adalah milik kita. Lets Go Green and Save Our Earth.
PROFIL PENULIS
Facebook saya Listya Adinugroho. Akan senang berteman dengan anda-anda
Baca juga Cerpen Remaja yang lainnya.
Linang Air Mata Pinang - Cerpen Cinta Romantis
Di suatu saat, namun bukan saat terindah atau saat terakhir, ada sebuah kampung bernama Kampung Naga. Dinamakan Kampung Naga karena di kampung itu terdapat banyak kebun buah naga dan banyak orang naik naga. Orang-orang memilih naik naga karena ekonomis dan bebas macet. Maklum lah, di kampung yang hanya berluas 50.000 hektar ini memiliki 13.345 orang warga dan hampir 95% wilayah dibangun rumah, hotel, tower, dan bangunan lainnya. Untuk mengatasi sulitnya transportasi karena minim ruang, warga sepakat memelihara naga dan elang untuk transportasi. Bagi pengunjung luar kampung tak perlu kuatir karena di dekat pintu masuk kampung, disediakan parkiran kendaraan seluas 1000 hektar dan ada penyewaan naga + elang.
Lomba yang terakhir adalah lomba panjat pinang. Lombanya simple sih, cuma sebatang pohon pinang dilumuri lem kayu di 3m pertama, dilumuri oli di 3m kedua, dan ditancapi pecahan beling di 3m terakhir. Jadi tingginya 9 meter. Di pucuk pinang tersebut ada berbagai macam hadiah kecil, seperti emas batangan, emas cairan, 2 buah televisi 29 inchi, motor gedhe, 3 truck, 2 bus pariwisata, dan hadiah utama sebuah kapal laut. Semua digantung di pucuk pinang tersebut. Hadiahnya memang menggiurkan, tapi tergiur saja belum bisa menjadi pemenang. Banyak korban yang berjatuhan di lomba ini, bahkan yang terjatuh sudah tak bisa bangkit lagi. Namun setidaknya mereka tidak tenggelam dalam lautan luka dalam. Mereka juga tidak tersesat dan masih tahu arah jalan pulang. Tapi mereka penuh butiran debu.
Layaknya lomba makan kerupuk, disini juga ada master panjat pinang, ia adalah Pak Panjat. Ia tergolong orang yang sudah sukses karena ia telah berpengalaman memanjat terjalnya tebing kehidupan. Ibarat superhero, Pak Panjat adalah fusion dari Spiderman, Hulk, dan Superman. Jadi ia kekar seperti hulk, pandai memanjat seperti spiderman, dan bisa terbang seperti superman. Di lomba panjat pinang, ia memiliki 3 opsi, mau memanjat menggunakan kaedah spiderman, atau merusak pinangnya menggunakan kaedah hulk, atau ia terbang dan langsung mengambil hadiahnya. Tapi opsi kedua dan ketiga tidak mencerminkan sikap fair play dan menurutnya kejujuran adalah kemenangan yang terbaik. Jadi ia menggunakan opsi pertama. Ia pun berusaha memanjat pinang itu dengan penuh semangat sambil ngomong “pucuk, pucuk, pucuk!!”. Oh iya, lomba panjat pinang ini sifatnya individu ya, bukan kelompok. Akhirnya Pak Panjat sampai di pucuk dengan sukses. Gitu ceritanya.
Itu tadi cuma flashback ya, kini Pak Udang dan Pak Panjat sudah pensiun di lomba 17an di usia 25 tahun. Mereka sudah dikaruniai seorang putra yang diharapkan bisa meneruskan prestasi bapaknya. Anak pak Udang diberi nama Kerupuk Gurih Nan Renyah, diharapkan bisa meneruskan bakat ayahnya sebagai kerupukers. Lalu anaknya pak Panjat diberi nama Pinang Kau Dengan Bismillah, diharapkan bisa meneruskan bakat ayahnya sebagai pinangisty. Pinang dan Kerupuk selalu bermain bersama hingga menjadi sahabat baik.
Waktu terus berjalan, kadang jalan cepat, kadang jalan santai, dan tetap mengharapkan jalan terbaik. Kerupuk dan Pinang sudah gedhe. Dan amazingnya mereka tidak melalui fase alay. Keren. Mereka kini sudah sweet twenty three. Kerupuk bersama ayahnya pergi ke Negara Gorengan untuk menemui ketiga sepupunya, Mendoanisty, Bakwanisius, dan Combroista. Sedangkan Pinang tetap di kampung Naga dan sekarang ia dipercaya menjadi pemimpin kampung Naga. Pinang berharap kampung Naga bisa terbang tinggi layaknya naga terbang.
Saat itu adalah tanggal 17 Agustus. Kampung Naga dibawah kepemimpinan Pinang (belum “Pak” soalnya belum punya anak) menjalani debutnya mengadakan lomba 17an. Kali ini lomba lebih variatif, dari yang awalnya Cuma 3 lomba, kini sudah tumbuh dan berkembang menjadi 78 lomba yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Pinang sebagai pemimpin pun tak mau tinggal diam, ia juga ikut lomba 17an, khususnya lomba panjat pinang. Seperti cerminan ayahnya, Pinang memanjat pinang dengan penuh semangat. Di tengah perjalanan menuju puncak, ia melihat sesosok makhluk yang bersinar. Setelah ia lihat dengan kacamata double visornya, ternyata itu adalah gadis cantik nan mempesona. Akhirnya ia masuk dalam kondisi melamun. Ia terpana, mulutnya pun menganga, hingga udara memiliki 2 opsi untuk masuk ke system pernafasannya, lewat jalur hidung atau jalur mulut, tapi udara tetap berharap lewat jalur undangan.
Sorak sorai penonton yang ada di bawah membangunkan Pinang dari lamunannya. Dan saat ia mencoba mencari gadis itu, sudah tidak ada. Pinang pun buru-buru naik ke pucuk agar bisa menemukan gadis itu lagi. Setelah sampai pucuk ia pun menemukan gadis itu. Ia melihat dari kejauhan betapa cantiknya gadis itu, betapa mempesonanya setiap gerak gerik tubuhnya. Tapi senikmat-nikmatnya nasi goreng gurih, tidak menutup kemungkinan ada cabe rawit di dalamnya. Semanis-manisnya air madu, tak menutup kemungkinan ada racun di dalamnya. Pinang terus memonitor setiap aktivitas gadis itu. Ia memperhatikan kemana gadis itu pergi, sampai akhirnya gadis itu berlabuh pada sesosok pria tampan, menggandeng tangannya, tertawa ceria bersama, dan pergi berlalu begitu saja. JLEG!! Hati Pinang seketika tersentak. Namun itu belum berakhir. Betapa sakitnya hati Pinang melihat pasangan itu memakai cincin di jari manis mereka, dan yang lebih menyakitkan adalah saat ia tahu lelaki yang besama dengan gadis itu adalah Kerupuk. Ia pun langsung gantung diri di pucuk pinang tersebut. Selesai.
Mungkin ini ya yang dimaksud ending cerita yang menggantung. Walaupun ini hanya cerita fiksi, tapi bolehlah kita mengambil pelajaran nyata di dalamnya. Hidup memang akan lebih indah jika terdapat cinta selama kita bisa mengendalikan cinta tersebut. Namun cinta juga bisa membunuh kita jika kita tidak tahu cara mengendalikannya. Itulah kenapa ada judul lagu “Indahnya Cinta” dan ada judul lagu “Cinta Ini Membunuhku”. Yang terpenting adalah mencintai kita sendiri, karena dengan mencintai diri sendiri kita sudah mencerminkan cinta kepada tuhan (mencintai ciptaan-Nya), mencerminkan cinta kepada orang tua (mencintai anak kesayangan mereka), mencerminkan cinta pada sahabat kita (mencintai sahabat mereka), dan mencerminkan cinta pada pasangan kita (mencintai pasangannya).
PROFIL PENULIS
Manusia biasa bernama Listya Adinugroho. Facebook saya Listya Adinugroho. Mungkin jika ada yang mau menjalin hubungan yang lebih dekat bisa chatting2-an
Baca juga Cerpen CInta dan Cerpen Romantis yang lainnya
Pukul menunjukkan 18.30. lasti, safa, misya, dan aku sudah berada dikamarku. Kini mereka akan ngebantuin aku dalam masalah fashion or penampilan. Mulai dari pakaian dibantu oleh misya dan accessories dibantu oleh safa dan masalah dandan dibantu lasti juga dibantu dengan yang lain. Setelah semua selesai, TARAAA!!! Akhirnya gaun dengan sedikit accessories yang aku pakai dan dandanan wajah yang cukup sederhana ternyata juga bisa merubah penampilanku menjadi Cinderella malam ini. Jam menunjukkan pukul 19.30, tersita dalam beberapa menit aku telat dinner bareng reza akibat berdandan yang cukup lama. Tak apalah! Sekarang akupun berangkat ke restoran yang dijanjikan reza untukku sambil ditemenin sama para kawan-kawan.
Akhirnya sampai juga deh, “udah sana deketin mel, kasian reza tuh nunggu lama loh” ucap misya. Akupun mulai mendekat kea rah reza dengan sedikit salting “ehmm.. hai” sapaku agak sedikit gugup sama reza “dinda, wah kamu terlihat cantik mala mini, silahkan duduk” reza mempersilahkanku. Setelah memesan makanan, “din, ada sesuatu yang pengen aku omongin ke kamu” kata reza memulai pembicaraan “apa?” tanyaku “kamu mo nggak jadi pacarku?” rezapun mulai nembak aku dan akupun kaget mendengar ucapan reza “apa? Pacar?” kataku dengan gugup. Ya tuhan, aku harus jawab apa ya? Aku sih memang jatuh cinta sama dia, aku jawab… “iya aku mau” kataku salting “beneran din? Makasih ya din, berarti kita pacaran dong” ucap reza dengan tersenyum manis dihadapanku.
Aku sedikit gak nyadar, kalo ternyata kawan-kawanku malah ngintipin aku dibalik pintu resto. “wah, selamat nih mel? Dapet gebetan baru, first love pula” kata misya “bener kan dugaan aku, dia pasti nembak kamu, so sweet deh” kata lasti “reza itu ganteng juga ya? Cocok kok sama kamu mel” kata safa “ih, kalian itu kenapa muji aku mulu sih. Malu tau” kataku “cieeee” ucap kawan-kawanku dan aku malah tersenyum malu gitu. Ehmmm.. semoga aja sireza gak bakalan nyakitin aku, dia memang cowok pujaan hati ini. Uhh, reza.. aku sayang BGT sama kamu, batinku.
***
I don’t know as what feel the sick in heart, but justnow I felt broken heart what right. He gone me alone here. I sick here, but with your say.. I can accept that, although poignant.. but I promise should waiting you, wish you always think me..
“selamat bagi siswa-siswi kelas 9, kalian telah lulus semua 100%” aku mendengar itu semua pada saat MC ngomong dipanggung udah senang, ngedengerin jika seluruh siswa-siswi tingkatan reza yang udah duduk dibangku akhir udah lulus semua. Aku jadi mikir, reza bakalan ninggalin aku. Apalagi dia bakalan sekolah tingkat SMA diluar kota, dikota bandung lagi, itukan jauh. Aku akan tinggal disini sendirian tanpa ada dia disisiku lagi, selamat rezazz? Kamu udah lulus. Aku juga ikut bangga ngedengernya, tapi entah kenapa aku jadi sedih karena kamu bakalan ninggalin aku.
“din, aku lulus! Dan aku udah gak sekolah lagi disini, aku bangga bisa lulus tapi aku gak senang karena aku harus pisah sama kamu, tapi aku janji din.. janji akan kembali lagi sama kamu, dan aku akan balik kesini lagi dan berada disisi kamu. Aku gak mau hubungan kita break disini aja, kamu mo kan? Nungguin aku?” ucap reza sambil memegang kedua tanganku “iya rez, aku masih sayang sama kamu. Mana mungkin sih, aku gak mo nungguin orang yang aku cintai, aku selalu ada disini dan selalu nunggu kamu rez, selamat ya? Kamu udah lulus dan dapet nilai terbaik pula, aku bangga sama kamu” kataku sambil menahan air mataku yang hampir jatuh “makasih din, ini kado mini dariku. Anggap aja kenangan dariku, biar kamu bisa ingat aku lagi. Sampai jumpa din” ucapan terakhir dari reza.
Akupun membuka kado yang diberi reza, berbentuk kotak hati dengan gambar hati dan teddy serta dihias pita pink yang menambah kecantikan kado mini itu. Dan isinya itu ‘kalung couple yang reza berikan untukku dan yang satunya mungkin udah dipakai oleh dia, dan beberapa fotoku dan reza, juga mawar mini yang baru aja reza petik untukku agar aku selalu ngejaga mawar itu’ aku menutup kotak hati itu. Aku gak tahan untuk menangis dan saat itu juga air matak jatuh “aku gak boleh nangis, aku gak mo jadi gadis yang cengeng. Aku bangga reza bisa lulus dan dia bisa sekolah yang diinginkan, tapi kenapa aku sedih sih? Aku sayang sama kamu rez, berat rasanya jika aku gak bisa bersama kamu, aku bakalan janji buat selalu nunggu kamu”
***
Masa-masa aku ditingkat SMP pun sudah berlalu, kini aku duduk dikelas XI SMA dikota bandung. Yah aku ngikut tante dan omku yang tinggal dibandung sambil aku sekolah disana. Kenapa aku memilih bandung? Karena aku ingin mencari sesosok REZA disana. Dibandung aku bersekolah disebuah SMA yang cukup familiar dikota bandung. Namun aku belum satu sekolah dengan reza. Terus aku harus mencarinya dimana? Aku bingung tapi aku gak akan nyerah. Disini aku punya sahabat baru, namanya Andini. Dia kebetulan sekelas denganku mulai kelas X hingga masuk dikelas XI-IPA. Selama aku nsekolah disini, ada sih beberapa cowok yang aku taksir. Tapi aku putuskan cuman suka doang dan nggak lebih. Aku gak mau jadi penghianat yang ngebohongin cintaku sendiri cuman karena aku merasa jauh sama reza.
“lo beneran mo nungguin sireza? Lo aja gak tau reza itu ada dimana, kenapa lo nggak move on aja sih?” kata andini “hah, move on? Nggak iya, aku gak mau jadi cewek penghianat, aku tetap sama pendirianku sendiri kalo aku mo nungguin reza” kataku “sampai kapan sih lo jadi jomblowati gini din, gue kasian tau sama penderitaan lo. Lo kan lagi kesepian, kenapa lo gak pacaran dulu sama yang lain din, yah hitung-hitung lo nggak merasa kesepian din, kan masih ada benny atau kak gilang, dua cowok yang pernah lo taksir dan mereka sekarang malah jadi naksir lo” kata andini “aduh andini, nggak usah repot-repot deh buat comblangin gue segala, gue nggak butuh mereka. Okay” kataku.
“hai din” sapa kak gilang dihadapanku “hai juga kak” jawabku “kok kamu keliatan cuek gitu sih” kata kak gilang “masa sih kak? Menurutku biasa aja kok, aku permisi dulu ya kak? Mo balek ke kelas” ucapku sambil melangkah pergi . “gimana kak gilang, berhasil?” kata andini yang mendekat ke kak gilang. Ternyata rencana ini semuanya andini yang ngerencanain “nggak din, dia masih aja cuek and jutek gitu. Sebenernya dinda kenapa sih? Berubah sikap sama gue, padahal gue udah suka loh sama dia” kata gilang “ehmm.. there’s problem kali, yang sabar ya kak gilang? Yang penting kak gilang jangan nyerah dong buat dapetin hatinya dinda” “gak mungkin kalo gue nyerah gitu aja” kata gilang senyum sinis.
“dinda” sapa kak gilang yang terus selalu saja berusaha mendekati aku “ada apa sih kak? Kakak itu selalu saja ngedeketin dinda terus, padahal dinda kan udah jutek sama kakak” kataku dengan kesal “kak gilang gak akan pernah berhenti buat selalu dekat sama kamu din, karena kakak itu cinta sama kamu” kata gilang. Aku dengerin ucapan gilang aja udah kaget duluan, gimana nggak coba, dia menyatakan perasaannya ke aku, tapi aku ingat janjiku sama reza. Tapi disisi lain, aku suka sama kak gilang. Gimana ya, apa aku terima cintanya, tapi otomatis aku gak bisa nepat janji sama reza dong, ah nggak-nggak..nggak boleh “kak, aku tegaskan sekali lagi ya kak, aku gak suka sama kak gilang dan aku gak cinta sama kak gilang. Jadi mulai sekarag kak gilang gak usah deh, sok cari perhatian aku segala, dan gak usah ngedeketin aku segala, permisi kak” kataku dengan sedikit lagak cueknya sambil melangkah pergi.
Aku nggak bisa terus-terusan jauh dari kamu rez, kamu tega membiarkan rasa ini sakit rez, kapan sih kamu kembali ke aku lagi, aku cari kamu kemana aja. Dan aku masih sayang sama kamu. Apalagi sudah banyak cowok yang mencoba mencuri hatiku, tapi aku tetap bersikeras buat ngejaga hati kamu rez, aku gak bisa berpaling dari kamu rez, batinku.
***
Miracle will comes true for me, don’t know when it’s time? Can I talking away or near? He sure come for me, oh my love I really miss you :*
Sore itu aku berjalan ditaman, aku berjalan dengan sedikit melamun. Dan tiba-tiba “BRAKK” buku-buku itu terjatuh dihadapanku, yap aku nabrak seorang cowok yang mungkin sebaya denganku. Dan ketika aku melihat wajah cowok itu, dia mirip sama reza kekasihku. Ah masa sih, mana mungkin? Aku sedikit tak percaya kenyataan saat itu. “maaf aku gak sengaja” ucapku pada cowok itu “dinda” ucap cowok itu. Kok dia mengenali aku sih, aku heran deh, batinku. “ini aku din, reza! Apa kamu masih ingat?” ucap reza, yah dia reza kekasihku yang selama ini aku cari, ternyata aku menemui dia sekarang. “of course, aku masih ingat rez, kalo aku lupa. Mana mungkin aku masih menyimpan barang-barang kenangan yang kamu kasik ke aku, rez” kataku dengan meneteskan airmata dan aku mengusap airmataku “aku kangen sama kamu din” ucap reza sambil memelukku “aku juga rez” kataku “kamu jangan pernah ninggalin aku ya?” kata reza “yee.. yang ada kamu kali yang ninggalin aku” kataku tersenyum “yaaa..maaf deh, aku sayang sama kamu din” kataku “aku juga reza” kataku. Akhirnya kitapun saling bersama lagi untuk sekarang dan mungkin bertahan untuk selamanya.
LINANG AIR MATA PINANG
Cerpen Karya Listya Adinugroho
Cerita ini hanya fiksi belaka, apabila nama, sifat, tempat, atau nasib tidak nyata, ya itulah namanya fiksi.
Cerpen Karya Listya Adinugroho
Cerita ini hanya fiksi belaka, apabila nama, sifat, tempat, atau nasib tidak nyata, ya itulah namanya fiksi.
Di suatu saat, namun bukan saat terindah atau saat terakhir, ada sebuah kampung bernama Kampung Naga. Dinamakan Kampung Naga karena di kampung itu terdapat banyak kebun buah naga dan banyak orang naik naga. Orang-orang memilih naik naga karena ekonomis dan bebas macet. Maklum lah, di kampung yang hanya berluas 50.000 hektar ini memiliki 13.345 orang warga dan hampir 95% wilayah dibangun rumah, hotel, tower, dan bangunan lainnya. Untuk mengatasi sulitnya transportasi karena minim ruang, warga sepakat memelihara naga dan elang untuk transportasi. Bagi pengunjung luar kampung tak perlu kuatir karena di dekat pintu masuk kampung, disediakan parkiran kendaraan seluas 1000 hektar dan ada penyewaan naga + elang.
![]() |
| Linang Air Mata Pinang - Cerpen Cinta Romantis |
Setiap tanggal 17 Agustus, Kampung Naga mengadakan lomba 17an seperti
kampung-kampung yang lain. Namun kampung Naga hanya mengadakan 3 lomba
saja. Lomba pertama adalah balap karung jarak pendek, menengah, estafet,
dan marathon. Ada juga lomba makan kerupuk kecil-kecilan. Diameter
kerupuknya hanya sekitar 0.009 km. Banyak korban jiwa di permainan ini.
Sekurang-kurangnya ada 3-87 warga sakit jiwa karena stress kerupuknya
gak habis-habis. Hanya ada 1 orang yang bisa memenangkan lomba itu,
yaitu Pak Udang, seorang master krupuk lulusan STIGMA (Sekolah Tinggi
Ilmu Goreng Menggoreng Ahay) jurusan perkrupukan. Selain itu ia juga
telah lulus di banyak universitas seperti UCI, UALAI, STIP, dan STNIP
(Lihat catatan saya sebelumnya). Ia telah mengoleksi jutaan gelar
(wesyeh, hiperbola). Karena itulah ia dijuluki Si Jenius. Sejak saat itu
orang-orang tidak akan marah, atau bahkan malah merasa bangga jika ia
dibilang otak udang karena faktanya otaknya Udang sangat luar biasa. Pak
udang berhasil menghabiskan kerupuk tersebut dalam waktu 5 menit 12 jam
dan tercatat di Guinness Book of Record.
Lomba yang terakhir adalah lomba panjat pinang. Lombanya simple sih, cuma sebatang pohon pinang dilumuri lem kayu di 3m pertama, dilumuri oli di 3m kedua, dan ditancapi pecahan beling di 3m terakhir. Jadi tingginya 9 meter. Di pucuk pinang tersebut ada berbagai macam hadiah kecil, seperti emas batangan, emas cairan, 2 buah televisi 29 inchi, motor gedhe, 3 truck, 2 bus pariwisata, dan hadiah utama sebuah kapal laut. Semua digantung di pucuk pinang tersebut. Hadiahnya memang menggiurkan, tapi tergiur saja belum bisa menjadi pemenang. Banyak korban yang berjatuhan di lomba ini, bahkan yang terjatuh sudah tak bisa bangkit lagi. Namun setidaknya mereka tidak tenggelam dalam lautan luka dalam. Mereka juga tidak tersesat dan masih tahu arah jalan pulang. Tapi mereka penuh butiran debu.
Layaknya lomba makan kerupuk, disini juga ada master panjat pinang, ia adalah Pak Panjat. Ia tergolong orang yang sudah sukses karena ia telah berpengalaman memanjat terjalnya tebing kehidupan. Ibarat superhero, Pak Panjat adalah fusion dari Spiderman, Hulk, dan Superman. Jadi ia kekar seperti hulk, pandai memanjat seperti spiderman, dan bisa terbang seperti superman. Di lomba panjat pinang, ia memiliki 3 opsi, mau memanjat menggunakan kaedah spiderman, atau merusak pinangnya menggunakan kaedah hulk, atau ia terbang dan langsung mengambil hadiahnya. Tapi opsi kedua dan ketiga tidak mencerminkan sikap fair play dan menurutnya kejujuran adalah kemenangan yang terbaik. Jadi ia menggunakan opsi pertama. Ia pun berusaha memanjat pinang itu dengan penuh semangat sambil ngomong “pucuk, pucuk, pucuk!!”. Oh iya, lomba panjat pinang ini sifatnya individu ya, bukan kelompok. Akhirnya Pak Panjat sampai di pucuk dengan sukses. Gitu ceritanya.
Itu tadi cuma flashback ya, kini Pak Udang dan Pak Panjat sudah pensiun di lomba 17an di usia 25 tahun. Mereka sudah dikaruniai seorang putra yang diharapkan bisa meneruskan prestasi bapaknya. Anak pak Udang diberi nama Kerupuk Gurih Nan Renyah, diharapkan bisa meneruskan bakat ayahnya sebagai kerupukers. Lalu anaknya pak Panjat diberi nama Pinang Kau Dengan Bismillah, diharapkan bisa meneruskan bakat ayahnya sebagai pinangisty. Pinang dan Kerupuk selalu bermain bersama hingga menjadi sahabat baik.
Waktu terus berjalan, kadang jalan cepat, kadang jalan santai, dan tetap mengharapkan jalan terbaik. Kerupuk dan Pinang sudah gedhe. Dan amazingnya mereka tidak melalui fase alay. Keren. Mereka kini sudah sweet twenty three. Kerupuk bersama ayahnya pergi ke Negara Gorengan untuk menemui ketiga sepupunya, Mendoanisty, Bakwanisius, dan Combroista. Sedangkan Pinang tetap di kampung Naga dan sekarang ia dipercaya menjadi pemimpin kampung Naga. Pinang berharap kampung Naga bisa terbang tinggi layaknya naga terbang.
Saat itu adalah tanggal 17 Agustus. Kampung Naga dibawah kepemimpinan Pinang (belum “Pak” soalnya belum punya anak) menjalani debutnya mengadakan lomba 17an. Kali ini lomba lebih variatif, dari yang awalnya Cuma 3 lomba, kini sudah tumbuh dan berkembang menjadi 78 lomba yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Pinang sebagai pemimpin pun tak mau tinggal diam, ia juga ikut lomba 17an, khususnya lomba panjat pinang. Seperti cerminan ayahnya, Pinang memanjat pinang dengan penuh semangat. Di tengah perjalanan menuju puncak, ia melihat sesosok makhluk yang bersinar. Setelah ia lihat dengan kacamata double visornya, ternyata itu adalah gadis cantik nan mempesona. Akhirnya ia masuk dalam kondisi melamun. Ia terpana, mulutnya pun menganga, hingga udara memiliki 2 opsi untuk masuk ke system pernafasannya, lewat jalur hidung atau jalur mulut, tapi udara tetap berharap lewat jalur undangan.
Sorak sorai penonton yang ada di bawah membangunkan Pinang dari lamunannya. Dan saat ia mencoba mencari gadis itu, sudah tidak ada. Pinang pun buru-buru naik ke pucuk agar bisa menemukan gadis itu lagi. Setelah sampai pucuk ia pun menemukan gadis itu. Ia melihat dari kejauhan betapa cantiknya gadis itu, betapa mempesonanya setiap gerak gerik tubuhnya. Tapi senikmat-nikmatnya nasi goreng gurih, tidak menutup kemungkinan ada cabe rawit di dalamnya. Semanis-manisnya air madu, tak menutup kemungkinan ada racun di dalamnya. Pinang terus memonitor setiap aktivitas gadis itu. Ia memperhatikan kemana gadis itu pergi, sampai akhirnya gadis itu berlabuh pada sesosok pria tampan, menggandeng tangannya, tertawa ceria bersama, dan pergi berlalu begitu saja. JLEG!! Hati Pinang seketika tersentak. Namun itu belum berakhir. Betapa sakitnya hati Pinang melihat pasangan itu memakai cincin di jari manis mereka, dan yang lebih menyakitkan adalah saat ia tahu lelaki yang besama dengan gadis itu adalah Kerupuk. Ia pun langsung gantung diri di pucuk pinang tersebut. Selesai.
Mungkin ini ya yang dimaksud ending cerita yang menggantung. Walaupun ini hanya cerita fiksi, tapi bolehlah kita mengambil pelajaran nyata di dalamnya. Hidup memang akan lebih indah jika terdapat cinta selama kita bisa mengendalikan cinta tersebut. Namun cinta juga bisa membunuh kita jika kita tidak tahu cara mengendalikannya. Itulah kenapa ada judul lagu “Indahnya Cinta” dan ada judul lagu “Cinta Ini Membunuhku”. Yang terpenting adalah mencintai kita sendiri, karena dengan mencintai diri sendiri kita sudah mencerminkan cinta kepada tuhan (mencintai ciptaan-Nya), mencerminkan cinta kepada orang tua (mencintai anak kesayangan mereka), mencerminkan cinta pada sahabat kita (mencintai sahabat mereka), dan mencerminkan cinta pada pasangan kita (mencintai pasangannya).
PROFIL PENULIS
Manusia biasa bernama Listya Adinugroho. Facebook saya Listya Adinugroho. Mungkin jika ada yang mau menjalin hubungan yang lebih dekat bisa chatting2-an
Baca juga Cerpen CInta dan Cerpen Romantis yang lainnya
SALAHKAH KITA
Cerpen Karya Ayu Siska Irianty
I don’t know what matter in your heart, but I know sure if you loved me. Yeah, as what say to me that close of your sweet lip. Believe or no? but what clear I will always waiting you, dear. Hoping you not will forget our the moment, dear.
Dinda cameliana putri, panggil saja amel. Ya sebutan amel untukku memang dari panggilan dari mama dan papaku sewaktu aku kecil hingga aku menginjak usia remaja kini. Tapi jika disekolah aku akrab dipanggil dinda. Aku kini masih duduk dikelas IX ditingkat SMP Negeri dikotaku ini.
Cerpen Karya Ayu Siska Irianty
I don’t know what matter in your heart, but I know sure if you loved me. Yeah, as what say to me that close of your sweet lip. Believe or no? but what clear I will always waiting you, dear. Hoping you not will forget our the moment, dear.
Dinda cameliana putri, panggil saja amel. Ya sebutan amel untukku memang dari panggilan dari mama dan papaku sewaktu aku kecil hingga aku menginjak usia remaja kini. Tapi jika disekolah aku akrab dipanggil dinda. Aku kini masih duduk dikelas IX ditingkat SMP Negeri dikotaku ini.
Disekolah, aku memang paling familiar jail dan sering up-to-date kalo
soal penampilan. Yah walaupun aku gak smart-smart amat dan sering
pemalu, tapi disini aku memiliki teman yang banyak dan baik-baik semua
sama aku. Aku tuh adalah anak tunggal dari 2bersaudara, yang satu lagi
adikku yang masih duduk ditingkat SD kelas 4. Aku disini punya sahabat
baik, namanya safa, meisya, dan lasti. Mereka bertiga adalah sahabat
terbaikku, disekolah maupun dimana saja aku bersama mereka selalu
bersama kalo soal JJ alias jalan-jalan gitu. Nih ya, aku sebutin
ciri-ciri semua dari temanku dan aku juga pastinya. Dari ciri fisik
maupun sikap dimulai dari aku.
![]() |
| Cerpen Cinta Romantis - Salahkah Kita |
Namaku amel, aku tu orangnya bisa dibilang manja, kadang suka jail sama
para kawan-kawanku, aku juga paling smart in English language, dan
paling suka menulis or mengarang gitu. Kalo soal fisik sih, aku bisa
dibilang imut dan katanya cantik, berkulit putih, tinggi, berambut cukup
panjang dan gitu deh pokoknya. Nggak usah dijelasin secara detail ya,
ntar malah kepanjangan lagi, hehehe. Dan ini kawanku namanya meisya, dia
tuh bisa dibilang tajir sih, abisnya diantara persahabatan kita yang
paling tajir itu memang sih meisya. Orangnya suka bercanda, ngisengin
orang sekalipun juga pernah, tapi yang pastinya dia tuh baiklah,
pengertian sama sahabat. Meisya itu orangnya tinggi, cantik, berambut
sebahu, gaya rambutnya sering chance style mulu, kulitnya kuning
langsat, emmm.. apa lagi ya, kalo pas pelajaran sih memang jagonya soal
hitung-hitungan. Nah yang satu ini namanya safa, dia itu orangnya cukup
tomboy, asyik, suka bercanda, pokoknya care deh sama kawan-kawannya.
Safa itu tinggi, manis, berkulit kuning langsat, dan rambutnya cukup
panjang. Dan yang satu kawanku lagi namanya lasti, dia it’s funny, jail
juga sama seperti aku, suka tolong menolong, dan dia paling antusias
kalo soal agama Islamic. Dia cukup tinggi, berkulit putih, rambutnya
sebahu, dan imut deh. Nah sudahkan aku kenalin ke-3 sahabatku ini.
Pokoknya mereka itu sahabat yang T O P deh buatku. Oh iya, aku lupa, aku
lupa ngenalin pacarku nih. Namanya Reza, dia tuh orangnya cute,
charming, tinggi, smart, jago basket, mathematic, pokoknya it’s perfect
deh. Aku pacaran sama reza udah berjalan 2tahun. Oh ya, disini aku akan
bercerita tentang my love story. Dimulai saat aku masuk SMP kelas VII.
Pagi ini sekitar pukul 09.00 jam istirahat sekolah, aku lagi makan-makan dikantin bersama ke-3 sahabatku.
Dan saat itu aku melihat ada mata yang selalu melihatku. Entah siapa tapi dia itu cowok, aku sedikit sekilas melihat wajahnya juga. Dia putih, charming sih, dan apa lagi ya? Ah, cuman itu yang aku ingat. Lantas ngapain tuh cowok menatapku terus? Bikin aku risih deh, malu tau. Dan hari ke-2 aku kebetulan ketemu dia sicowok misterius yang sering curi-curi pandang gitu ke aku. Aku bertemu dia di book store. Tepatnya dia sendiri, dan aku bersama ke-2 temanku, hanya safa yang tidak ikutan karena dia lagi sibuk.
“HEI” sapaku pada cowok itu yang tampak melihatku dari arah balik buku komik yang dibacanya. Nah, dia kepergok olehku sekarang.
“hah, kamu?” ucapnya terbata-bata “nah, sekarang tertangkap deh! Kamu ngapain sih, ngeliatin aku mulu?” tanyaku. “ngeliatin kamu?” ucapnya “he’e, sorry ya bukannya aku G-R sama kamu, emang kenyataannya kok. Kawan-kawanku banyak juga yang bilang gitu sama aku”
“ehmm.. abisnya kamu cantik sih, mangkanya aku ngeliatin kamu terus and gak ada bosannya” aku diam mendengar ucapannya. Hah or what? Cantik? Be beauty katanya, jujur ya.. baru kali ini aku dipuji sama seorang cowok apalagi sama pria tampan seperti dia. Ih, kenapa hatiku jadi terkiut gini sih saat mendengar pujiannya itu, lamunanku.
“hei, kenapa melamun? Ehmm.. aku tau, kamu pasti malu ya? Dipuji gitu sama aku, ya emang itu kenyataannya kok. Lagian kalo aku bohong, mana mungkin aku betah terus ngeliatin kamu, hayooo” ucapnya mengguyar lamunanku.
“so G-R banget sih kamu, ya udah aku pergi dulu ya?” kataku sambil beranjak dari tempat duduk. “eh, tunggu! Nama kamu siapa?” tanyanya “amel atau kamu bisa panggil aku dinda, terserah deh maunya yang mana” kataku “aku panggil kamu dinda saja deh, oh ya namaku reza” katanya “ya udah, aku pergi dulu ya? Reza” ucapku sambil pergi.
***
“hah, jadi kamu udah kenalan sama reza?” ucap misya. “ehmm.. iya gitulah, abisnya aku penasaran sih kenapa dia ngeliat aku mulu” kataku “terus dia bilang apa sama kamu?” ucap lasti “cantik” singkatku “CANTIK??” ucap lasti dan misya secara bersamaan. “iya, emangnya kenapa?” ucapku “ya gak apa-apa, kita cuman heran aja mel. Kenapa tu anak tiba-tiba bilang seperti itu?” kata misya “apa jangan –jangan reza naksir kamu ya?” sambar lasti “hah? Mana mungkin?” ucapku “mungkin aja, buktinya aja reza ngeliat kamu mulu and kedua kalinya dia bilang kalo kamu cantik” kata misya “itu modus mel, dia itu naksir kamulah. Kalo nggak? Mana mungkin dia mau ngeliatin kamu mulu” kata lasti. “kalo diliat-liat reza itu ganteng juga loh mel. kalo misal reza naksir kamu, reaksi kamu bakal apaan?” ucap misya sambil nengok ke reza yang baru aja tertangkap basah ngeliatin ke arahku.
Jam menunjukkan pukul 13.15, belpun berbunyi tanda untuk pulang. Aku lagi nunggu jemputan ayahku saat itu juga, tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggilku “dinda” sapa reza berlari menemuiku saat itu juga, oh my god.. kenapa aku jadi salting gini sih, ah apa iya aku juga naksir sama reza. “oh ya, kamu dinda anak kelas 7F kan?” reza menebak ruang kelasku, ya jelas dia tau. Ya selain dia curi-curi pandang, ternyata dia juga sempat cari tau tentang aku. “kok kamu tau? Terus kamu sendiri kakak kelasku kan? Tapi kelas 8 apa sih?” tanyaku “ya aku tau, dan kamu gak perlu tau aku tau tentang kamu darimana. Aku anak kelas 8A, kamu lagi nunggu jemputan kan?” kata reza. Kalo dilihat-lihat benar juga kata misya dan lasti, reza itu ganteng. Ih, kenapa jadi mikirin dia ya? Ini nih, gara-gara nih anak natap aku mulu, aku jadi ketularan mikir dia, batinku. “hei, kenapa melamun?” sambar reza menyadarkanku “eh iya.. aku duluan ya? Bye” ucapku sambil menghampiri mobil ayahku yang baru datang. Reza hanya tersenyum melihat kepergianku. Dinda, kamulah seorang hawa yang aku cari, bidadari cantik bagiku dan baik hati, lucu walau sedikit tomboy. Kamulah pujaan hati ini, aku gak bisa lebih lama lagi memendam rasa ini, secepatnya kamu harus tau din dan jika aku menyukaimu, batin reza.
“kak amel? Kak?” panggil mira adikku yang baru saja masuk ke kamarku “kak amel mana sih?” mira melihat HP-ku yang lagi bergetar dimeja belajarku. Mira mendekati HP-ku dan mengangkat telfon dari.. entahlah nomer baru dihandphoneku. “hallo ini nomer kamu kan din, dinda ini aku reza. Kamu masih ingatkan? Pulang sekolah tadikan kita jalan bareng?” mira menutup telfon itu “hallo din, dinda, dinda? Kenapa ditutup sih?” ucap reza dengan wajah kesal. “reza? Pasti itu pacarnya kak amel, hehehe” ucap mira sambil tertawa kecil.
“hei mira, ngapain kamu disini? Pakai megang hp kakak lagi, hayo kamu ngapain tadi?” sambarku dihadapan mira dan langsung mengambil HP-ku yang ada digenggaman adikku itu “ehmm.. kak amel pacaran ya?” kata mira “pacaran? Nggak kok, wong kak amel nggak pacaran tuh” kataku “terus reza itu siapa? Kalo bukan pcarnya kak amel, hayo ngaku deh? Kalo nggak ngaku, tak aduin ke ibu dan ayah loh” kata mira “ih, dibilangi juga kakak tuh gak pacaran tau, reza itu cuman teman kakak doang. Ya udah terserah kalo gak percaya, yang penting kakak udah jujur sama adek” kataku kesal “beneran kak? Gak bohong kan?” ucap mira “iya dek, mendingan sekarang adek keluar aja deh sana” aku menyeret adekku keluar kamar dan segera aku menutup pintu “kak, kakak! Adek mau minta bantuan buat ngerjain PR bahasa inggris adek kak” ucap mira yang lagi teriak dari luar kamar “kakak lagi sibuk” ucapku sambil menutup kuping.
***
I don’t know with this all, what is this a love? I fall’in love with reza? Oh my god, in fast I felt fall in love. God, what is right? He is my dear that is I search?
“hai dinda” sapa reza ngedeketin aku “reza, ada apa ya?” tanyaku “ntar malam kamu gak sibuk kan?” tanya reza kembali “nggak, emangnya kenapa?” tanyaku “aku mo ngajak kamu dinner, kamu mo nggak?” ajak reza “dinner? Boleh” ucapku “wah, thanks ya din. Oh ya aku ke kelas ya? See you later” ucap reza. Ya tuhan? Kenapa dengan hatiku ini, kok aku jadi deg degkan and gugup, salting gini lagi, apa bener nih rasanya cinta, jatuh cinta sama reza, batinku.
“hah, kamu diajak dinner sama reza?” kata misya “yang benar kamu mel?” kata lasti “iyalah, mana mungkin aku bohong sama kalian” kataku “wait..wait, modus nih mel, jangan-jangan sireza itu mo nembak kamu, mel” kata lasti kembali “hah, nembak?” kataku dengan kaget mendengar ucapan mereka berdua. “hai guys” sapa safa yang baru saja muncul dihadapan kita “safa” jawabku serempak dengan misya dan lasti “hai guys, oh ya aku denger kalian ngomong nembak gitu, emang mo nembak siapa?” ucap safa “oh itu masalahnya amel nih, dia lagi mo ditembak sama cowok loh” kata misya “hah, amel? Wah, siapa sih cowok itu?” kata safa “ada deh, ntar kamu juga tau fa, tapi ntar malam kita bakalan bantuin acara dinner kamu mel” kata lasti “ehmm.. jadi gak yakin deh” kataku sambil menghela nafas. “udah, don’t worry! Semuanya bakal berjalan lancar kok” kata misya meyakinkan. “safa, kamu sejak kapan balik kesini? Kok gak bilang-bilang kita sih” ucapku “yaa.. biar surprise aja gitu” kata safa.
Pagi ini sekitar pukul 09.00 jam istirahat sekolah, aku lagi makan-makan dikantin bersama ke-3 sahabatku.
Dan saat itu aku melihat ada mata yang selalu melihatku. Entah siapa tapi dia itu cowok, aku sedikit sekilas melihat wajahnya juga. Dia putih, charming sih, dan apa lagi ya? Ah, cuman itu yang aku ingat. Lantas ngapain tuh cowok menatapku terus? Bikin aku risih deh, malu tau. Dan hari ke-2 aku kebetulan ketemu dia sicowok misterius yang sering curi-curi pandang gitu ke aku. Aku bertemu dia di book store. Tepatnya dia sendiri, dan aku bersama ke-2 temanku, hanya safa yang tidak ikutan karena dia lagi sibuk.
“HEI” sapaku pada cowok itu yang tampak melihatku dari arah balik buku komik yang dibacanya. Nah, dia kepergok olehku sekarang.
“hah, kamu?” ucapnya terbata-bata “nah, sekarang tertangkap deh! Kamu ngapain sih, ngeliatin aku mulu?” tanyaku. “ngeliatin kamu?” ucapnya “he’e, sorry ya bukannya aku G-R sama kamu, emang kenyataannya kok. Kawan-kawanku banyak juga yang bilang gitu sama aku”
“ehmm.. abisnya kamu cantik sih, mangkanya aku ngeliatin kamu terus and gak ada bosannya” aku diam mendengar ucapannya. Hah or what? Cantik? Be beauty katanya, jujur ya.. baru kali ini aku dipuji sama seorang cowok apalagi sama pria tampan seperti dia. Ih, kenapa hatiku jadi terkiut gini sih saat mendengar pujiannya itu, lamunanku.
“hei, kenapa melamun? Ehmm.. aku tau, kamu pasti malu ya? Dipuji gitu sama aku, ya emang itu kenyataannya kok. Lagian kalo aku bohong, mana mungkin aku betah terus ngeliatin kamu, hayooo” ucapnya mengguyar lamunanku.
“so G-R banget sih kamu, ya udah aku pergi dulu ya?” kataku sambil beranjak dari tempat duduk. “eh, tunggu! Nama kamu siapa?” tanyanya “amel atau kamu bisa panggil aku dinda, terserah deh maunya yang mana” kataku “aku panggil kamu dinda saja deh, oh ya namaku reza” katanya “ya udah, aku pergi dulu ya? Reza” ucapku sambil pergi.
***
“hah, jadi kamu udah kenalan sama reza?” ucap misya. “ehmm.. iya gitulah, abisnya aku penasaran sih kenapa dia ngeliat aku mulu” kataku “terus dia bilang apa sama kamu?” ucap lasti “cantik” singkatku “CANTIK??” ucap lasti dan misya secara bersamaan. “iya, emangnya kenapa?” ucapku “ya gak apa-apa, kita cuman heran aja mel. Kenapa tu anak tiba-tiba bilang seperti itu?” kata misya “apa jangan –jangan reza naksir kamu ya?” sambar lasti “hah? Mana mungkin?” ucapku “mungkin aja, buktinya aja reza ngeliat kamu mulu and kedua kalinya dia bilang kalo kamu cantik” kata misya “itu modus mel, dia itu naksir kamulah. Kalo nggak? Mana mungkin dia mau ngeliatin kamu mulu” kata lasti. “kalo diliat-liat reza itu ganteng juga loh mel. kalo misal reza naksir kamu, reaksi kamu bakal apaan?” ucap misya sambil nengok ke reza yang baru aja tertangkap basah ngeliatin ke arahku.
Jam menunjukkan pukul 13.15, belpun berbunyi tanda untuk pulang. Aku lagi nunggu jemputan ayahku saat itu juga, tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggilku “dinda” sapa reza berlari menemuiku saat itu juga, oh my god.. kenapa aku jadi salting gini sih, ah apa iya aku juga naksir sama reza. “oh ya, kamu dinda anak kelas 7F kan?” reza menebak ruang kelasku, ya jelas dia tau. Ya selain dia curi-curi pandang, ternyata dia juga sempat cari tau tentang aku. “kok kamu tau? Terus kamu sendiri kakak kelasku kan? Tapi kelas 8 apa sih?” tanyaku “ya aku tau, dan kamu gak perlu tau aku tau tentang kamu darimana. Aku anak kelas 8A, kamu lagi nunggu jemputan kan?” kata reza. Kalo dilihat-lihat benar juga kata misya dan lasti, reza itu ganteng. Ih, kenapa jadi mikirin dia ya? Ini nih, gara-gara nih anak natap aku mulu, aku jadi ketularan mikir dia, batinku. “hei, kenapa melamun?” sambar reza menyadarkanku “eh iya.. aku duluan ya? Bye” ucapku sambil menghampiri mobil ayahku yang baru datang. Reza hanya tersenyum melihat kepergianku. Dinda, kamulah seorang hawa yang aku cari, bidadari cantik bagiku dan baik hati, lucu walau sedikit tomboy. Kamulah pujaan hati ini, aku gak bisa lebih lama lagi memendam rasa ini, secepatnya kamu harus tau din dan jika aku menyukaimu, batin reza.
“kak amel? Kak?” panggil mira adikku yang baru saja masuk ke kamarku “kak amel mana sih?” mira melihat HP-ku yang lagi bergetar dimeja belajarku. Mira mendekati HP-ku dan mengangkat telfon dari.. entahlah nomer baru dihandphoneku. “hallo ini nomer kamu kan din, dinda ini aku reza. Kamu masih ingatkan? Pulang sekolah tadikan kita jalan bareng?” mira menutup telfon itu “hallo din, dinda, dinda? Kenapa ditutup sih?” ucap reza dengan wajah kesal. “reza? Pasti itu pacarnya kak amel, hehehe” ucap mira sambil tertawa kecil.
“hei mira, ngapain kamu disini? Pakai megang hp kakak lagi, hayo kamu ngapain tadi?” sambarku dihadapan mira dan langsung mengambil HP-ku yang ada digenggaman adikku itu “ehmm.. kak amel pacaran ya?” kata mira “pacaran? Nggak kok, wong kak amel nggak pacaran tuh” kataku “terus reza itu siapa? Kalo bukan pcarnya kak amel, hayo ngaku deh? Kalo nggak ngaku, tak aduin ke ibu dan ayah loh” kata mira “ih, dibilangi juga kakak tuh gak pacaran tau, reza itu cuman teman kakak doang. Ya udah terserah kalo gak percaya, yang penting kakak udah jujur sama adek” kataku kesal “beneran kak? Gak bohong kan?” ucap mira “iya dek, mendingan sekarang adek keluar aja deh sana” aku menyeret adekku keluar kamar dan segera aku menutup pintu “kak, kakak! Adek mau minta bantuan buat ngerjain PR bahasa inggris adek kak” ucap mira yang lagi teriak dari luar kamar “kakak lagi sibuk” ucapku sambil menutup kuping.
***
I don’t know with this all, what is this a love? I fall’in love with reza? Oh my god, in fast I felt fall in love. God, what is right? He is my dear that is I search?
“hai dinda” sapa reza ngedeketin aku “reza, ada apa ya?” tanyaku “ntar malam kamu gak sibuk kan?” tanya reza kembali “nggak, emangnya kenapa?” tanyaku “aku mo ngajak kamu dinner, kamu mo nggak?” ajak reza “dinner? Boleh” ucapku “wah, thanks ya din. Oh ya aku ke kelas ya? See you later” ucap reza. Ya tuhan? Kenapa dengan hatiku ini, kok aku jadi deg degkan and gugup, salting gini lagi, apa bener nih rasanya cinta, jatuh cinta sama reza, batinku.
“hah, kamu diajak dinner sama reza?” kata misya “yang benar kamu mel?” kata lasti “iyalah, mana mungkin aku bohong sama kalian” kataku “wait..wait, modus nih mel, jangan-jangan sireza itu mo nembak kamu, mel” kata lasti kembali “hah, nembak?” kataku dengan kaget mendengar ucapan mereka berdua. “hai guys” sapa safa yang baru saja muncul dihadapan kita “safa” jawabku serempak dengan misya dan lasti “hai guys, oh ya aku denger kalian ngomong nembak gitu, emang mo nembak siapa?” ucap safa “oh itu masalahnya amel nih, dia lagi mo ditembak sama cowok loh” kata misya “hah, amel? Wah, siapa sih cowok itu?” kata safa “ada deh, ntar kamu juga tau fa, tapi ntar malam kita bakalan bantuin acara dinner kamu mel” kata lasti “ehmm.. jadi gak yakin deh” kataku sambil menghela nafas. “udah, don’t worry! Semuanya bakal berjalan lancar kok” kata misya meyakinkan. “safa, kamu sejak kapan balik kesini? Kok gak bilang-bilang kita sih” ucapku “yaa.. biar surprise aja gitu” kata safa.
Pukul menunjukkan 18.30. lasti, safa, misya, dan aku sudah berada dikamarku. Kini mereka akan ngebantuin aku dalam masalah fashion or penampilan. Mulai dari pakaian dibantu oleh misya dan accessories dibantu oleh safa dan masalah dandan dibantu lasti juga dibantu dengan yang lain. Setelah semua selesai, TARAAA!!! Akhirnya gaun dengan sedikit accessories yang aku pakai dan dandanan wajah yang cukup sederhana ternyata juga bisa merubah penampilanku menjadi Cinderella malam ini. Jam menunjukkan pukul 19.30, tersita dalam beberapa menit aku telat dinner bareng reza akibat berdandan yang cukup lama. Tak apalah! Sekarang akupun berangkat ke restoran yang dijanjikan reza untukku sambil ditemenin sama para kawan-kawan.
Akhirnya sampai juga deh, “udah sana deketin mel, kasian reza tuh nunggu lama loh” ucap misya. Akupun mulai mendekat kea rah reza dengan sedikit salting “ehmm.. hai” sapaku agak sedikit gugup sama reza “dinda, wah kamu terlihat cantik mala mini, silahkan duduk” reza mempersilahkanku. Setelah memesan makanan, “din, ada sesuatu yang pengen aku omongin ke kamu” kata reza memulai pembicaraan “apa?” tanyaku “kamu mo nggak jadi pacarku?” rezapun mulai nembak aku dan akupun kaget mendengar ucapan reza “apa? Pacar?” kataku dengan gugup. Ya tuhan, aku harus jawab apa ya? Aku sih memang jatuh cinta sama dia, aku jawab… “iya aku mau” kataku salting “beneran din? Makasih ya din, berarti kita pacaran dong” ucap reza dengan tersenyum manis dihadapanku.
Aku sedikit gak nyadar, kalo ternyata kawan-kawanku malah ngintipin aku dibalik pintu resto. “wah, selamat nih mel? Dapet gebetan baru, first love pula” kata misya “bener kan dugaan aku, dia pasti nembak kamu, so sweet deh” kata lasti “reza itu ganteng juga ya? Cocok kok sama kamu mel” kata safa “ih, kalian itu kenapa muji aku mulu sih. Malu tau” kataku “cieeee” ucap kawan-kawanku dan aku malah tersenyum malu gitu. Ehmmm.. semoga aja sireza gak bakalan nyakitin aku, dia memang cowok pujaan hati ini. Uhh, reza.. aku sayang BGT sama kamu, batinku.
***
I don’t know as what feel the sick in heart, but justnow I felt broken heart what right. He gone me alone here. I sick here, but with your say.. I can accept that, although poignant.. but I promise should waiting you, wish you always think me..
“selamat bagi siswa-siswi kelas 9, kalian telah lulus semua 100%” aku mendengar itu semua pada saat MC ngomong dipanggung udah senang, ngedengerin jika seluruh siswa-siswi tingkatan reza yang udah duduk dibangku akhir udah lulus semua. Aku jadi mikir, reza bakalan ninggalin aku. Apalagi dia bakalan sekolah tingkat SMA diluar kota, dikota bandung lagi, itukan jauh. Aku akan tinggal disini sendirian tanpa ada dia disisiku lagi, selamat rezazz? Kamu udah lulus. Aku juga ikut bangga ngedengernya, tapi entah kenapa aku jadi sedih karena kamu bakalan ninggalin aku.
“din, aku lulus! Dan aku udah gak sekolah lagi disini, aku bangga bisa lulus tapi aku gak senang karena aku harus pisah sama kamu, tapi aku janji din.. janji akan kembali lagi sama kamu, dan aku akan balik kesini lagi dan berada disisi kamu. Aku gak mau hubungan kita break disini aja, kamu mo kan? Nungguin aku?” ucap reza sambil memegang kedua tanganku “iya rez, aku masih sayang sama kamu. Mana mungkin sih, aku gak mo nungguin orang yang aku cintai, aku selalu ada disini dan selalu nunggu kamu rez, selamat ya? Kamu udah lulus dan dapet nilai terbaik pula, aku bangga sama kamu” kataku sambil menahan air mataku yang hampir jatuh “makasih din, ini kado mini dariku. Anggap aja kenangan dariku, biar kamu bisa ingat aku lagi. Sampai jumpa din” ucapan terakhir dari reza.
Akupun membuka kado yang diberi reza, berbentuk kotak hati dengan gambar hati dan teddy serta dihias pita pink yang menambah kecantikan kado mini itu. Dan isinya itu ‘kalung couple yang reza berikan untukku dan yang satunya mungkin udah dipakai oleh dia, dan beberapa fotoku dan reza, juga mawar mini yang baru aja reza petik untukku agar aku selalu ngejaga mawar itu’ aku menutup kotak hati itu. Aku gak tahan untuk menangis dan saat itu juga air matak jatuh “aku gak boleh nangis, aku gak mo jadi gadis yang cengeng. Aku bangga reza bisa lulus dan dia bisa sekolah yang diinginkan, tapi kenapa aku sedih sih? Aku sayang sama kamu rez, berat rasanya jika aku gak bisa bersama kamu, aku bakalan janji buat selalu nunggu kamu”
***
Masa-masa aku ditingkat SMP pun sudah berlalu, kini aku duduk dikelas XI SMA dikota bandung. Yah aku ngikut tante dan omku yang tinggal dibandung sambil aku sekolah disana. Kenapa aku memilih bandung? Karena aku ingin mencari sesosok REZA disana. Dibandung aku bersekolah disebuah SMA yang cukup familiar dikota bandung. Namun aku belum satu sekolah dengan reza. Terus aku harus mencarinya dimana? Aku bingung tapi aku gak akan nyerah. Disini aku punya sahabat baru, namanya Andini. Dia kebetulan sekelas denganku mulai kelas X hingga masuk dikelas XI-IPA. Selama aku nsekolah disini, ada sih beberapa cowok yang aku taksir. Tapi aku putuskan cuman suka doang dan nggak lebih. Aku gak mau jadi penghianat yang ngebohongin cintaku sendiri cuman karena aku merasa jauh sama reza.
“lo beneran mo nungguin sireza? Lo aja gak tau reza itu ada dimana, kenapa lo nggak move on aja sih?” kata andini “hah, move on? Nggak iya, aku gak mau jadi cewek penghianat, aku tetap sama pendirianku sendiri kalo aku mo nungguin reza” kataku “sampai kapan sih lo jadi jomblowati gini din, gue kasian tau sama penderitaan lo. Lo kan lagi kesepian, kenapa lo gak pacaran dulu sama yang lain din, yah hitung-hitung lo nggak merasa kesepian din, kan masih ada benny atau kak gilang, dua cowok yang pernah lo taksir dan mereka sekarang malah jadi naksir lo” kata andini “aduh andini, nggak usah repot-repot deh buat comblangin gue segala, gue nggak butuh mereka. Okay” kataku.
“hai din” sapa kak gilang dihadapanku “hai juga kak” jawabku “kok kamu keliatan cuek gitu sih” kata kak gilang “masa sih kak? Menurutku biasa aja kok, aku permisi dulu ya kak? Mo balek ke kelas” ucapku sambil melangkah pergi . “gimana kak gilang, berhasil?” kata andini yang mendekat ke kak gilang. Ternyata rencana ini semuanya andini yang ngerencanain “nggak din, dia masih aja cuek and jutek gitu. Sebenernya dinda kenapa sih? Berubah sikap sama gue, padahal gue udah suka loh sama dia” kata gilang “ehmm.. there’s problem kali, yang sabar ya kak gilang? Yang penting kak gilang jangan nyerah dong buat dapetin hatinya dinda” “gak mungkin kalo gue nyerah gitu aja” kata gilang senyum sinis.
“dinda” sapa kak gilang yang terus selalu saja berusaha mendekati aku “ada apa sih kak? Kakak itu selalu saja ngedeketin dinda terus, padahal dinda kan udah jutek sama kakak” kataku dengan kesal “kak gilang gak akan pernah berhenti buat selalu dekat sama kamu din, karena kakak itu cinta sama kamu” kata gilang. Aku dengerin ucapan gilang aja udah kaget duluan, gimana nggak coba, dia menyatakan perasaannya ke aku, tapi aku ingat janjiku sama reza. Tapi disisi lain, aku suka sama kak gilang. Gimana ya, apa aku terima cintanya, tapi otomatis aku gak bisa nepat janji sama reza dong, ah nggak-nggak..nggak boleh “kak, aku tegaskan sekali lagi ya kak, aku gak suka sama kak gilang dan aku gak cinta sama kak gilang. Jadi mulai sekarag kak gilang gak usah deh, sok cari perhatian aku segala, dan gak usah ngedeketin aku segala, permisi kak” kataku dengan sedikit lagak cueknya sambil melangkah pergi.
Aku nggak bisa terus-terusan jauh dari kamu rez, kamu tega membiarkan rasa ini sakit rez, kapan sih kamu kembali ke aku lagi, aku cari kamu kemana aja. Dan aku masih sayang sama kamu. Apalagi sudah banyak cowok yang mencoba mencuri hatiku, tapi aku tetap bersikeras buat ngejaga hati kamu rez, aku gak bisa berpaling dari kamu rez, batinku.
***
Miracle will comes true for me, don’t know when it’s time? Can I talking away or near? He sure come for me, oh my love I really miss you :*
Sore itu aku berjalan ditaman, aku berjalan dengan sedikit melamun. Dan tiba-tiba “BRAKK” buku-buku itu terjatuh dihadapanku, yap aku nabrak seorang cowok yang mungkin sebaya denganku. Dan ketika aku melihat wajah cowok itu, dia mirip sama reza kekasihku. Ah masa sih, mana mungkin? Aku sedikit tak percaya kenyataan saat itu. “maaf aku gak sengaja” ucapku pada cowok itu “dinda” ucap cowok itu. Kok dia mengenali aku sih, aku heran deh, batinku. “ini aku din, reza! Apa kamu masih ingat?” ucap reza, yah dia reza kekasihku yang selama ini aku cari, ternyata aku menemui dia sekarang. “of course, aku masih ingat rez, kalo aku lupa. Mana mungkin aku masih menyimpan barang-barang kenangan yang kamu kasik ke aku, rez” kataku dengan meneteskan airmata dan aku mengusap airmataku “aku kangen sama kamu din” ucap reza sambil memelukku “aku juga rez” kataku “kamu jangan pernah ninggalin aku ya?” kata reza “yee.. yang ada kamu kali yang ninggalin aku” kataku tersenyum “yaaa..maaf deh, aku sayang sama kamu din” kataku “aku juga reza” kataku. Akhirnya kitapun saling bersama lagi untuk sekarang dan mungkin bertahan untuk selamanya.







0 komentar:
Posting Komentar